Bisnis

Transformasi Digital Indonesia: Wamenkomdigi Soroti Pemberdayaan Masyarakat sebagai Kunci

JAKARTA — Pembangunan digital di Indonesia tidak cukup hanya diukur dari seberapa cepat infrastruktur teknologi dibangun, tetapi juga seberapa besar manfaa

Transformasi Digital Indonesia: Wamenkomdigi Soroti Pemberdayaan Masyarakat sebagai Kunci

JAKARTA — Pembangunan digital di Indonesia tidak cukup hanya diukur dari seberapa cepat infrastruktur teknologi dibangun, tetapi juga seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Hal inilah yang menjadi penekanan utama Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, dalam berbagai kesempatan diskusi mengenai arah kebijakan transformasi digital nasional.

Dalam pandangannya, keberhasilan pembangunan digital harus tercermin dari dua hal mendasar: pemberdayaan masyarakat serta akses layanan publik yang lebih baik. Kedua aspek ini bukan sekadar pelengkap, melainkan inti dari seluruh agenda digitalisasi yang tengah dijalankan pemerintah.

Digitalisasi Bukan Sekadar Infrastruktur

Selama ini, narasi pembangunan digital kerap identik dengan pembangunan jaringan, perluasan akses internet, dan penyediaan perangkat teknologi. Namun, Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa pendekatan tersebut belum cukup. Teknologi harus hadir sebagai alat yang benar-benar memberdayakan masyarakat, bukan sekadar simbol kemajuan.

"Keberhasilan pembangunan digital bukan diukur dari seberapa canggih teknologinya, tetapi seberapa besar masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung," tegas Angga Raka Prabowo.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa transformasi digital harus menyentuh lapisan paling bawah. Masyarakat di daerah terpencil, pelaku UMKM, hingga kelompok rentan perlu memastikan dirinya tidak tertinggal dalam arus perubahan.

Layanan Publik sebagai Tolok Ukur Keberhasilan

Salah satu indikator paling nyata dari keberhasilan digitalisasi adalah kualitas layanan publik. Ketika masyarakat dapat mengakses layanan administrasi, kesehatan, dan pendidikan secara mudah, cepat, dan transparan, maka di titik itulah pembangunan digital dapat disebut berhasil.

Angga Raka Prabowo menekankan bahwa pemerintah terus mendorong integrasi layanan publik berbasis digital agar lebih inklusif. Menurutnya, kemudahan akses bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bentuk keadilan sosial di era teknologi.

Upaya ini sejalan dengan visi besar Indonesia Digital yang menargetkan pemerataan manfaat teknologi hingga ke pelosok negeri. Pemerintah pun mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski demikian, jalan menuju transformasi digital yang inklusif tidak tanpa hambatan. Kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Angga Raka Prabowo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi utama. Dengan begitu, pembangunan digital tidak berhenti pada seremonial, melainkan benar-benar mengubah kehidupan banyak orang menjadi lebih baik.

Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Manusialah yang menjadi tujuan utamanya.

[SOURCE]: https://www.Terdepan.id/tag/transformasi-digital

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User