Bisnis

SpaceX Siap Luncurkan Starship ke Orbit Bumi Bawa 26 Satelit Starlink

BOCA CHICA — SpaceX kembali mencuri perhatian dunia antariksa. Perusahaan milik Elon Musk itu tengah bersiap meluncurkan Starship, roket terbesar yang pern

SpaceX Siap Luncurkan Starship ke Orbit Bumi Bawa 26 Satelit Starlink

BOCA CHICA — SpaceX kembali mencuri perhatian dunia antariksa. Perusahaan milik Elon Musk itu tengah bersiap meluncurkan Starship, roket terbesar yang pernah dibuat manusia, menuju orbit Bumi dalam misi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin sore waktu setempat. Peluncuran ini disebut-sebut sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam sejarah eksplorasi luar angkasa modern.

Starship bukanlah roket biasa. Dengan tinggi mencapai sekitar 120 meter, kendaraan antariksa ini disebut-sebut memiliki ukuran yang hampir setara dengan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta yang menjulang setinggi 132 meter. Perbandingan itu membuat publik Indonesia ikut membayangkan betapa masifnya teknologi yang sedang dikembangkan SpaceX saat ini.

Misi Ganda: Uji Terbang dan Deploy Satelit

Dalam peluncuran kali ini, Starship tidak hanya bertugas melakukan uji terbang menuju orbit. Roket raksasa tersebut juga dijadwalkan melepaskan 26 satelit Starlink terbaru ke angkasa. Kombinasi antara uji coba kendaraan dan misi komersial ini menjadi penanda penting bahwa SpaceX semakin mendekati tahap operasional penuh untuk Starship.

Starlink sendiri merupakan jaringan satelit internet milik SpaceX yang telah menjadi tulang punggung bisnis perusahaan. Hingga kini, ribuan satelit Starlink telah mengorbit Bumi dan menyediakan layanan koneksi internet di berbagai belahan dunia, termasuk wilayah terpencil yang sulit dijangkau infrastruktur darat.

"Starship adalah kunci untuk membuat kehidupan menjadi multi-planet. Setiap peluncuran membawa kita selangkah lebih dekat ke Mars," ujar Elon Musk dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.

Ambisi Besar di Balik Starship

Starship dirancang sebagai kendaraan yang sepenuhnya dapat digunakan ulang atau fully reusable. Artinya, baik tahap pengangkat (Super Heavy) maupun wahana antariksa itu sendiri diharapkan dapat kembali ke Bumi dan diterbangkan lagi. Konsep ini diyakini mampu menekan biaya peluncuran secara drastis dibandingkan roket konvensional yang sekali pakai.

  • Kapasitas angkut besar — Starship mampu membawa muatan hingga 100 ton ke orbit Bumi.
  • Teknologi reusable — Kedua tahap roket dirancang untuk kembali dan digunakan ulang.
  • Target jangka panjang — Mendukung misi berawak ke Bulan dan Mars.
  • Dukungan Starlink — Mempercepat perluasan jaringan internet global.

Peluncuran ini juga menjadi sorotan Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) yang terus memantau aspek keselamatan dan dampak lingkungan dari setiap uji terbang Starship. Sejumlah regulasi baru diberlakukan guna memastikan misi berjalan sesuai prosedur.

Dampak bagi Industri Antariksa Global

Keberhasilan Starship akan menjadi pukulan besar bagi kompetitor seperti Blue Origin milik Jeff Bezos maupun program antariksa negara lain. Persaingan menuju era New Space Economy semakin memanas, dengan SpaceX berada di garis depan berkat frekuensi peluncuran yang tinggi dan biaya yang terus ditekan.

Jika misi Senin sore ini berjalan lancar, SpaceX diprediksi akan mempercepat jadwal peluncuran berikutnya, termasuk misi berawak yang telah lama dinantikan. Dunia pun menanti apakah Starship benar-benar mampu mengubah wajah eksplorasi antariksa seperti yang dijanjikan Elon Musk selama ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User