JAKARTA — Kapal induk bekas milik Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi, resmi memulai pelayaran trans-oseanik menuju Indonesia pada awal April 2026. Kapal perang kelas light aircraft carrier ini diproyeksikan akan memperkuat armada TNI Angkatan Laut dengan nama baru KRI Gajah Mada, menandai era baru kekuatan maritim Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Proses pengalihan kapal induk ini merupakan bagian dari kesepakatan bilateral pertahanan antara Indonesia dan Italia yang telah dirintis sejak pertengahan 2025. Setelah melalui serangkaian inspeksi teknis, renovasi, dan uji coba di galangan kapal Fincantieri, Giuseppe Garibaldi akhirnya dilepas dari Pelabuhan La Spezia, Italia, dengan pengawalan ketat dari kapal-kapal pengiring TNI AL.
Perjalanan Panjang dari La Spezia ke Surabaya
Pelayaran kapal induk sepanjang 180,2 meter dengan bobot penuh 14.500 ton ini diperkirakan memakan waktu antara 45 hingga 60 hari, menempuh rute melalui Terusan Suez, Laut Merah, Samudra Hindia, dan Selat Malaka sebelum akhirnya bersandar di Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya, Jawa Timur.
- 7 April 2026 — Kapal Giuseppe Garibaldi resmi berlayar meninggalkan Pelabuhan La Spezia, Italia, dengan dikomandani oleh Laksamana Pertama TNI yang ditunjuk sebagai perwira penghubung.
- 12 April 2026 — Kapal melintasi Terusan Suez dan memasuki wilayah Laut Merah, di mana pengawalan oleh frigat TNI AL mulai diperkuat.
- 20 April 2026 — Kapal memasuki Samudra Hindia dan melakukan latihan manuver formasi bersama kapal pengiring.
- 2 Mei 2026 — Kapal melintasi Selat Malaka dan memasuki perairan Indonesia.
- 10 Mei 2026 — Perkiraan tiba di Surabaya untuk proses serah terima resmi dan pengibaran bendera Merah Putih.
Spesifikasi Teknis KRI Gajah Mada
Sebagai kapal induk kelas ringan, KRI Gajah Mawa memiliki sejumlah spesifikasi teknis yang menjadikannya aset strategis bagi pertahanan maritim Indonesia. Kapal ini dilengkapi dengan dek penerbangan sepanjang 162 meter yang mampu menampung berbagai jenis pesawat tempur dan helikopter.
- Panjang keseluruhan: 180,2 meter
- Lebar: 33,4 meter
- Draft: 7,3 meter
- Bobot penuh: 14.500 ton
- Kecepatan maksimum: 30 knot (sekitar 56 km/jam)
- Jumlah awak: 550 personel (termasuk kru udara)
- Kapasitas pesawat: 16 unit AV-8B Harrier II atau helikopter ASW
- Sistem persenjataan: Meriam OTO Melara 76mm, rudal Aspide, dan CIWS
Transformasi dari Giuseppe Garibaldi ke KRI Gajah Mada
Sebelum berlayar ke Indonesia, kapal ini telah menjalani proses renovasi dan modifikasi di galangan kapal Italia selama kurang lebih 14 bulan. Perubahan signifikan dilakukan pada sistem avionik, radar, dan komunikasi agar kompatibel dengan standar operasional TNI AL.
"Pengadaan kapal induk ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemampuan proyeksi kekuatan TNI AL di wilayah perairan Indonesia yang sangat luas. KRI Gajah Mada akan menjadi simbol kedaulatan maritim bangsa," ujar sumber di lingkungan Kementerian Pertahanan yang enggan disebutkan namanya.
Nama Gajah Mada dipilih sebagai penghormatan kepada Mahapatri Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapa, mencerminkan semangat persatuan dan kekuatan maritim Nusantara. Penamaan ini juga sejalan dengan tradisi TNI AL yang menggunakan nama-nama pahlawan dan tokoh sejarah untuk kapal-kapal perangnya.
Implikasi Strategis bagi Pertahanan Indonesia
Kehadiran KRI Gajah Mada diproyeksikan akan mengubah peta kekuatan maritim di kawasan Asia Tenggara. Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang mengoperasikan kapal induk, meskipun dalam kelas ringan. Hal ini memberikan kemampuan baru dalam operasi udara maritim, penanggulangan bencana, dan penegakan kedaulatan di wilayah perbatasan.
Menurut analisis pertahanan, kapal induk ini akan ditempatkan di Koarmada II Surabaya dan difokuskan untuk mengamankan wilayah perairan timur Indonesia, termasuk Laut Natuna Utara, Selat Malaka, dan perairan Papua. Dalam skenario operasi, KRI Gajah Mada akan beroperasi bersama kelompok tempur yang terdiri dari frigat, korvet, dan kapal selam.
Tantangan Operasional dan Pemeliharaan
Meskipun demikian, pengoperasian kapal induk membawa tantangan tersendiri bagi TNI AL. Kebutuhan akan pilot pesawat tempur, teknisi avionik, dan personel pendukung lainnya diperkirakan mencapai 200 orang tambahan yang harus segera direkrut dan dilatih.
Biaya operasional tahunan kapal induk ini diperkirakan mencapai USD 15-20 juta, belum termasuk biaya pemeliharaan berkala dan modernisasi sistem senjata. Anggaran ini akan menjadi salah satu prioritas dalam rencana strategis TNI AL periode 2026-2030.
Proses pengawakan dan pelatihan kru KRI Gajah Mada telah dimulai sejak awal 2026, dengan pengiriman perwira dan bintara TNI AL ke Italia untuk menjalani program transfer pengetahuan dan sertifikasi operasional kapal induk.
1/ Kapal induk Giuseppe Garibaldi resmi berlayar dari La Spezia, Italia menuju Indonesia. Akan berganti nama jadi KRI Gajah Mada. 2/ Spesifikasi: 180,2m panjang | 14.500 ton | 30 knot | 16 pesawat tempur | 550 awak 3/ Indonesia jadi negara pertama di ASEAN yang punya kapal induk. Era baru kekuatan maritim Nusantara dimulai. 🇮🇩⚓
Comments (0)