Teknologi

Psikolog Pilar Sordo Sebut Kehidupan Manusia Ibarat Menginap di Hotel

Psikolog sekaligus penulis terkemuka asal Cile, Pilar Sordo, kembali membagikan refleksi mendalam mengenai dinamika kehidupan sehari-hari dan bagaimana man

Psikolog Pilar Sordo Sebut Kehidupan Manusia Ibarat Menginap di Hotel

Psikolog sekaligus penulis terkemuka asal Cile, Pilar Sordo, kembali membagikan refleksi mendalam mengenai dinamika kehidupan sehari-hari dan bagaimana manusia menyikapi berbagai pengalaman hidup, baik situasi menyenangkan maupun masa-masa sulit. Melalui pandangan filosofisnya, ia mengibaratkan eksistensi manusia di dunia layaknya seseorang yang sedang singgah dan bermalam di sebuah hotel.

Sordo menekankan bahwa meskipun manusia kerap tidak memiliki kendali penuh atas kondisi atau fasilitas yang disediakan dalam perjalanan hidup, setiap individu memiliki otoritas mutlak untuk menentukan sikap serta cara terbaik dalam memanfaatkan waktu yang dimiliki.

Menyadari Keterbatasan Waktu dan Kesadaran Berangkat

Gagasan tersebut berakar dari tulisan lama Sordo yang berjudul La vida es un hotel (Hidup adalah Sebuah Hotel). Tulisan itu lahir dari pengalamannya mengunjungi berbagai tempat penginapan di sela-sela agenda perjalanan kerja dan seminar internasional yang ia isi. Baru-baru ini, setelah kembali berkunjung ke lokasi yang menginspirasi tulisan tersebut bersama keluarga—putri, menantu, dan cucunya—Sordo menegaskan kembali bahwa filosofi tersebut masih sangat relevan dengan realitas saat ini.

“Hidup ini ibarat sebuah hotel. Seseorang masuk ke dalam hotel dengan kesadaran penuh bahwa pada akhirnya ia harus pergi. Kita semua memiliki kesadaran akan waktu kepulangan tersebut,” tutur Pilar Sordo.

Menurut Sordo, kesadaran akan kefanaan merupakan kunci utama dalam membangun kedewasaan emosional. Ketika seseorang menyadari bahwa segala hal yang ditemui bersifat sementara, ia akan lebih menghargai setiap momen yang sedang berlangsung tanpa terjebak dalam keterikatan berlebihan terhadap hal-hal material atau keluhan yang tidak produktif.

Perbedaan Kepastian Durasi dan Sikap Mental

Meski mengibaratkan hidup seperti hotel, Sordo turut menggarisbawahi perbedaan fundamental antara keduanya. Saat seseorang memesan kamar hotel, durasi menginap telah ditentukan secara pasti sejak awal melalui proses reservasi. Sebaliknya, dalam kehidupan nyata, tidak ada satu pun manusia yang mengetahui secara presisi kapan masa tinggalnya di dunia akan berakhir.

“Berbeda dengan kehidupan nyata, di hotel kita mengetahui persis berapa lama kita akan tinggal. Namun, kesamaannya adalah kita semua tiba dengan pemahaman bahwa kita akan pergi, meskipun kita mungkin memiliki opsi untuk sedikit memperpanjang masa tinggal,” jelasnya lebih lanjut.

Sordo merangkum beberapa esensi penting dari analogi ini dalam menghadapi realitas kehidupan sehari-hari:

  • Penerimaan terhadap Ketidakkekalan: Menyadari bahwa setiap fase kehidupan, baik suka maupun duka, memiliki batas waktu tertentu.
  • Kekuatan Respons Personal: Individu mungkin tidak bisa memilih situasi yang datang, namun selalu memiliki kuasa atas cara merespons keadaan tersebut.
  • Menghargai Keberadaan: Memanfaatkan waktu yang ada secara optimal bersama orang-orang terdekat tanpa menunda kebahagiaan.

Menemukan Ketenangan Lewat Sudut Pandang Baru

Pendekatan psikologis yang ditawarkan Sordo mengajak masyarakat modern untuk melatih penerimaan diri. Di tengah tuntutan hidup yang serba cepat dan penuh tekanan, analogi penginapan ini menjadi pengingat bahwa manusia pada dasarnya hanyalah musafir. Dengan mengubah sudut pandang terhadap masalah, beban psikologis dapat berkurang secara signifikan karena seseorang tidak lagi memandang kesulitan sebagai akhir dari segalanya, melainkan sekadar episode sementara dalam perjalanan panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User