Teknologi

DEN HAAG — Tiga Putri Kerajaan Belanda Curi Perhatian di Prinsjesdag

Keluarga Kerajaan Belanda kembali menggelar agenda kenegaraan paling penting dalam kalender konstitusional mereka, yakni perayaan Prinsjesdag atau Hari Pan

DEN HAAG — Tiga Putri Kerajaan Belanda Curi Perhatian di Prinsjesdag

Keluarga Kerajaan Belanda kembali menggelar agenda kenegaraan paling penting dalam kalender konstitusional mereka, yakni perayaan Prinsjesdag atau Hari Pangeran di Den Haag. Momen sakral yang menandai pembukaan resmi tahun sidang parlemen ini menjadi sorotan internasional, bukan hanya karena agenda politik yang dibawakan, melainkan juga penampilan perdana ketiga putri kerajaan setelah lama terpisah demi menempuh pendidikan tinggi.

Raja Willem-Alexander (59) didampingi Ratu Máxima (55) serta ketiga putri mereka, Putri Mahkota Amalia (22), Putri Alexia (21), dan Putri Ariane (19), hadir memimpin jalannya upacara kenegaraan. Acara ini berlangsung khidmat di tengah ribuan masyarakat Belanda yang memadati jalanan ibu kota administratif dengan atribut serba oranye.

Kronologi Prosesi dan Sidang Pembukaan Parlemen

Rangkaian upacara tahunan ini dilangsungkan dengan protokol ketat dan tradisi aristokrat yang telah berjalan ratusan tahun. Berikut tahapan utama jalannya prosesi kenegaraan tersebut:

  1. Keberangkatan Kereta Kencana dari Istana Noordeinde: Tepat pada siang hari, Raja Willem-Alexander, Ratu Máxima, dan Putri Amalia meninggalkan Istana Noordeinde menaiki Kereta Kaca (Glazen Koets) bersejarah buatan tahun 1826 yang ditarik oleh delapan ekor kuda pilihan. Rombongan kedua yang mengangkut Putri Alexia dan Putri Ariane menyusul bersama paman mereka, Pangeran Constantijn.
  2. Pemberian Salam kepada Masyarakat: Iring-iringan kerajaan melewati rute resmi yang dipadati lautan publik beratribut oranye, warna simbolis Wangsa Orange-Nassau, seraya memberikan penghormatan resmi kepada warga.
  3. Penyampaian Pidato Takhta: Setibanya di Teater Kerajaan (Koninklijke Schouwburg), Raja Willem-Alexander membacakan Pidato Takhta (Troonrede) di hadapan anggota Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat, yang menguraikan arah kebijakan serta anggaran pemerintah untuk tahun mendatang.
"Prinsjesdag bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan pilar penting demokrasi di mana rencana strategis pemerintah diumumkan secara terbuka kepada seluruh rakyat Belanda."

Gaya Berbusana dan Makna Reuni Tiga Putri

Kehadiran ketiga putri Raja menjadi magnet utama dalam gelaran kali ini. Setelah tinggal terpisah di berbagai kota dan negara untuk studi akademik masing-masing, ketiganya memperlihatkan kekompakan sekaligus karakter personal melalui pilihan busana mereka:

  • Putri Amalia: Sebagai calon pewaris takhta, Amalia tampil anggun dan matang dengan busana formal yang memancarkan kewibawaan seorang pemimpin masa depan.
  • Putri Alexia: Dikenal memiliki selera mode yang berani, Alexia memadukan busana formal dengan topi fedora laken bergaya Borsalino, memberikan sentuhan modern yang menyegarkan pada protokol resmi kerajaan.
  • Putri Ariane: Putri bungsu kerajaan memilih langkah sentimental dan berkelanjutan dengan mengenakan kembali busana yang pernah dipakai ibunya, Ratu Máxima, tujuh tahun silam.

Reuni keluarga kerajaan di perhelatan Prinsjesdag ini mempertegas kesinambungan tradisi sekaligus modernitas monarki Belanda, yang tetap mendapat tempat istimewa di hati masyarakatnya di tengah dinamika politik modern Eropa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User