Teknologi

Jakarta — Pramono Anung Imbau Waspada Potensi Longsor di Sembilan Kecamatan

Ancaman bencana hidrometeorologi kembali membayangi wilayah DKI Jakarta seiring meningkatnya intensitas curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Badan Pe

Jakarta — Pramono Anung Imbau Waspada Potensi Longsor di Sembilan Kecamatan

Ancaman bencana hidrometeorologi kembali membayangi wilayah DKI Jakarta seiring meningkatnya intensitas curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengidentifikasi sebanyak 9 kecamatan di wilayah ibu kota memiliki potensi menengah hingga tinggi terjadinya pergeseran tanah atau tanah longsor. Kondisi topografi yang cenderung berbukit di kawasan selatan serta tingginya laju erosi di sepanjang bantaran sungai menjadi faktor utama yang meningkatkan kerentanan tersebut.

Menanggapi peringatan dini tersebut, calon Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyuarakan keprihatinannya sekaligus memberikan dorongan moral bagi seluruh warga Jakarta. Beliau menekankan pentingnya kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat guna mengantisipasi skenario terburuk yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat cuaca ekstrem.

Pemetaan Wilayah Berpotensi Pergeseran Tanah

Berdasarkan data prakiraan peta potensi pergeseran tanah dari Badan Geologi Kementerian ESDM yang disebarluaskan oleh BPBD, ancaman longsor di Jakarta mayoritas terkonsentrasi di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Struktur tanah yang kurang stabil ditambah resapan air yang tidak optimal saat dilanda hujan deras berdurasi lama menjadi pemicu utama pergerakan lereng.

Berikut adalah gambaran umum pemetaan risiko pergeseran tanah di wilayah DKI Jakarta:

Wilayah Administrasi Kecamatan Berpotensi Rawan Faktor Pemicu Utama
Jakarta Selatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Pasar Minggu, Pesanggrahan Kemiringan lereng, bentang alam perbukitan, serta erosi aliran sungai.
Jakarta Timur Kramat Jati, Pasar Rebo, Ciracas Kepadatan permukiman di bantaran Kali Ciliwung dan resapan air terbatas.

Kerentanan di sembilan kawasan ini menuntut perhatian ekstra, terutama bagi warga yang bermukim tepat di pinggir tebing saluran air atau bantaran sungai utama. Erosi air hujan dapat memicu keretakan tanah yang mendahului tanah longsor secara tiba-tiba.

Respons Pramono Anung dan Langkah Kesiapsiagaan

Pramono Anung berharap agar potensi bencana tersebut tidak pernah terealisasi menjadi kenyataan yang merugikan masyarakat. Namun, beliau mengingatkan agar harapan tersebut harus diimbangi dengan langkah taktis di lapangan dan kewaspadaan tingkat tinggi dari seluruh instansi terkait.

"Mudah-mudahan potensi longsor di sembilan kecamatan tersebut tidak sampai terjadi. Namun, kita tidak boleh lengah. Pemerintah daerah bersama BPBD harus menyiagakan personel dan sistem peringatan dini di titik-titik rawan agar keselamatan warga tetap terjamin," ujar Pramono Anung saat memberikan tanggapannya di Jakarta.

Ia menekankan bahwa mitigasi bencana tidak boleh sekadar menjadi rutinitas di atas kertas. Pemprov DKI Jakarta dinilai perlu mempercepat pengerukan saluran air, memperkuat dinding penahan tanah (plengsengan) di titik-titik krisis, serta menyiapkan lokasi evakuasi sementara yang layak bagi warga terdampak jika situasi memburuk.

Langkah Mitigasi dan Imbauan Bagi Masyarakat

Selain upaya dari pemerintah, peran aktif masyarakat dalam mengamati perubahan lingkungan sekitar menjadi kunci penting dalam meminimalisasi risiko korban jiwa maupun kerugian material. BPBD DKI Jakarta mengimbau warga untuk segera melaporkan jika menemukan keretakan pada tanah, tembok rumah, atau adanya tanda-tanda longsor kecil di sekitar tempat tinggal mereka.

Pramono Anung menyimpulkan bahwa penanganan potensi bencana harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan partisipasi publik. "Keselamatan warga adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar. Kolaborasi antara kesiapan petugas dan kewaspadaan masyarakat akan menjadi benteng pertahanan terbaik kita menghadapi cuaca ekstrem ini," pungkasnya tegas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User