Antusiasme masyarakat Indonesia untuk menjelajahi keindahan Korea Selatan terus menunjukkan tren positif. Fenomena gelombang budaya Korea atau Hallyu yang tak kunjung surut, dipadu dengan daya pikat pesona alam serta kuliner khas Negeri Ginseng, menjadi magnet kuat yang menarik ratusan ribu pelancong tanah air setiap tahunnya. Menangkap peluang emas tersebut, organisasi pariwisata resmi Korea Selatan mengambil langkah strategis guna mempererat tali silaturahmi industri perjalanan antar-negara.
Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta officially menggelar perhelatan bisnis bertajuk Korea Travel Mart 2026 di Jakarta. Ajang ini menjadi wadah pertemuan bisnis-ke-bisnis (B2B) yang mempertemukan belasan pelaku industri pelancongan ternama dari Korea Selatan secara langsung dengan para agen perjalanan terkemuka, pengelola tur, serta maskapai penerbangan di Indonesia.
Mendorong Sinergi Bisnis Pariwisata Lintas Negara
Perhelatan Korea Travel Mart tahun ini menghadirkan perwakilan dari 26 pelaku industri pariwisata Korea Selatan, yang terdiri dari pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, pengelola destinasi wisata, hingga penyedia jasa akomodasi. Kehadiran mereka bertujuan untuk memperkenalkan ragam destinasi baru di luar Seoul, seperti Busan, Pulau Jeju, Gangwon, dan Gyeonggi, yang siap menyambut kedatangan wisatawan asal Indonesia.
"Indonesia merupakan salah satu pasar pertumbuhan paling vital di kawasan Asia Tenggara. Melalui Korea Travel Mart 2026, kami tidak hanya menjual paket wisata, tetapi membangun kemitraan jangka panjang yang berkelanjutan demi memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi wisatawan Indonesia," tegas perwakilan KTO Jakarta dalam pembukaan acara.
Pertemuan bisnis intensif ini diproyeksikan membuka ikatan kerja sama baru serta melahirkan inovasi paket perjalanan yang lebih personal, fleksibel, dan menarik bagi segmen wisatawan keluarga, milenial, maupun generasi Z.
Data Pertumbuhan Wisatawan dan Target Kemitraan
Guna memberikan gambaran mengenai signifikansi pasar pariwisata ini, berikut adalah indikator pertumbuhan dan target kolaborasi industri pariwisata Korea-Indonesia:
| Indikator Utama | Capaian & Target | Fokus Pengembangan |
|---|---|---|
| Jumlah Eksibitor Korea | 26 Pelaku Industri | Destinasi Daerah, Hotel, & Theme Park |
| Target Wisatawan RI | > 300.000 Pengunjung | Wisata Segmen MICE & Leisure |
| Fasilitas Unggulan | Sertifikasi Ramah Muslim | Restoran Halal & Ruang Shalat |
Aksesibilitas dan Fasilitas Ramah Muslim Jadi Prioritas
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian KTO Jakarta adalah peningkatkan kenyamanan bagi wisatawan Muslim Indonesia. Pembukaan fasilitas tempat ibadah di berbagai objek wisata utama serta sertifikasi restoran ramah Muslim kini terus diperluas di berbagai penjuru Korea Selatan.
Selain kemudahan kuliner dan sarana ibadah, kemudahan dalam pengurusan dokumen perjalanan juga terus ditingkatkan. "Kemudahan proses permohonan visa grup serta penambahan kapasitas penerbangan langsung dari Jakarta dan Bali menuju Incheon menjadi kunci utama akselerasi pertumbuhan ini," ungkap salah satu analis industri pariwisata yang hadir dalam forum tersebut.
Prospek Cerah Pertumbuhan Ekonomi Kedua Negara
Dengan terjalinnya kolaborasi yang kian erat melalui Korea Travel Mart 2026, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi roda penggerak utama dalam meningkatkan hubungan ekonomi bilateral kedua negara. Pertukaran wisatawan yang seimbang tidak hanya menguntungkan sektor penerbangan dan perhotelan, tetapi juga memperkuat koneksi sosial dan budaya antara masyarakat Indonesia dan Korea Selatan.
Langkah aktif KTO Jakarta ini mempertegas komitmen Korea Selatan untuk menjadikan negaranya sebagai destinasi utama pilihan warga Indonesia yang aman, ramah, dan kaya akan pengalaman tak terlupakan.
Comments (0)