Bisnis

Bahlil Pastikan Antrean Panjang BBM di Sulawesi Selatan Telah Teratasi

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa persoalan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian

Bahlil Pastikan Antrean Panjang BBM di Sulawesi Selatan Telah Teratasi

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa persoalan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sulawesi Selatan kini telah berhasil ditangani. Pemerintah bergerak cepat bersama PT Pertamina (Persero) untuk memulihkan stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat.

Kondisi antrean kendaraan yang sempat mengular di berbagai titik jalur utama Sulawesi Selatan memicu kekhawatiran terkait ketersediaan stok energi regional. Menanggapi situasi tersebut, Kementerian ESDM langsung menginstruksikan percepatan pasokan dan penebalan stok di seluruh depot bahan bakar terkait.

"Kami sudah melakukan koordinasi intensif dan mengambil langkah cepat di lapangan. Masalah antrean BBM di Sulawesi Selatan per hari ini sudah tertangani dengan baik dan pasokan kembali normal," ujar Bahlil dalam keterangan resminya.

Kronologi dan Langkah Penanganan Distribusi BBM

Berdasarkan hasil evaluasi dan laporan teknis di lapangan, Kementerian ESDM merangkum urutan penanganan krisis distribusi BBM di Sulawesi Selatan sebagai berikut:

  1. Terjadinya Lonjakan Permintaan dan Kendala Logistik: Pada tahap awal, terjadi peningkatan konsumsi BBM yang dibarengi dengan penyesuaian jadwal sandar kapal tanker pengangkut pasokan, sehingga memicu perlambatan suplai ke sejumlah SPBU penyangga.
  2. Instruksi Tanggap Darurat Kementerian ESDM: Menteri ESDM segera menginstruksikan Pertamina Patra Niaga untuk mengaktifkan skema pasokan alternatif (regular, alternative, and emergency supply) guna menopang depot BBM terdekat.
  3. Penyaluran Stok Tambahan Secara Masif: Armada mobil tangki dikerahkan secara maksimal untuk beroperasi 24 jam nonstop guna mengisi ulang tangki pendam SPBU yang sempat mengalami kekosongan.
  4. Normalisasi dan Pengawasan Ketat: Tim terpadu bersama aparat penegak hukum memperketat pengawasan di SPBU untuk mencegah potensi penimbunan maupun pembelian tidak wajar secara berulang.

Komitmen Pemerintah Jaga Ketahanan Energi Daerah

Bahlil memastikan bahwa ketahanan stok BBM nasional, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur, berada pada level yang sangat aman. Pemerintah terus memantau pergerakan konsumsi harian agar potensi kelangkaan akibat keterlambatan logistik maritim dapat diantisipasi lebih dini.

Sebagai langkah pencegahan ke depan, Kementerian ESDM menetapkan sejumlah fokus penguatan tata kelola distribusi energi di Sulawesi Selatan:

  • Peningkatan Cadangan Operasional SPBU: Memastikan batas minimum stok di setiap SPBU selalu terjaga di atas batas aman konsumsi 3 hingga 5 hari.
  • Digitalisasi Monitoring Real-Time: Mengoptimalkan integrasi sistem digitalisasi SPBU untuk mendeteksi penipisan stok secara instan di pusat komando Pertamina.
  • Mitigasi Cuaca Ekstrem: Memperkuat koordinasi dengan otoritas pelabuhan dan BMKG guna memitigasi kendala cuaca buruk terhadap jalur pelayaran tanker BBM.

Pemerintah mengimbau masyarakat di Sulawesi Selatan agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih secara panik (panic buying). Dengan suplai yang telah kembali stabil, seluruh SPBU dipastikan siap melayani kebutuhan harian masyarakat secara normal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User