Teknologi

INGGRIS — Laptop Harian Memicu Sindrom Kulit Panggang pada Bocah

Kekhawatiran mengenai dampak buruk perangkat elektronik terhadap kesehatan anak-anak bukanlah isu baru. Selama beberapa dekade, berbagai gawai berlayar ser

INGGRIS — Laptop Harian Memicu Sindrom Kulit Panggang pada Bocah

Kekhawatiran mengenai dampak buruk perangkat elektronik terhadap kesehatan anak-anak bukanlah isu baru. Selama beberapa dekade, berbagai gawai berlayar sering kali dituding menjadi penyebab menurunnya kualitas konsentrasi hingga kesehatan mental generasi muda. Namun, sebuah laporan kasus medis terbaru memperingatkan adanya bahaya fisik nyata yang selama ini luput dari perhatian publik, yakni bahaya paparan panas berulang dari perangkat yang digunakan sehari-hari.

Kasus unik ini dipublikasikan dalam jurnal medis bergengsi BMJ Case Reports oleh dua dokter asal Inggris, Mara Znagoveanu dan Edward Artley. Mereka melaporkan ditemukannya kondisi kulit yang tidak biasa pada seorang anak laki-laki usia sekolah dasar yang mendatangi unit gawat darurat bersama orang tuanya. Perut sang bocah dipenuhi pola kemerahan unik yang menyerupai jala atau renda.

Ruam Misterius Tanpa Rasa Sakit

Saat pemeriksaan awal dilakukan, tim medis menemukan bercak selebar 15 sentimeter di area perut pasien. Pola tersebut terdiri dari garis-garis bersilangan berwarna merah keperakan hingga cokelat kehitaman yang membentuk lingkaran tidak beraturan. Kendati tampak mengkhawatirkan secara visual, pasien mengaku tidak merasakan nyeri sama sekali pada area yang terdampak.

Hasil observasi menunjukkan bahwa ruam tersebut tidak hangat saat disentuh, tidak mengalami pembengkakan, dan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi aktif. Anak tersebut juga dinyatakan sehat secara keseluruhan, tanpa riwayat demam, kelelahan sistemik, atau trauma fisik sebelum bercak muncul. "Kondisi fisik dan riwayat medis pasien secara umum sangat normal, sehingga bentuk ruam ini sempat membingungkan tim medis awal," tulis laporan penelitian tersebut.

"Paparan panas tingkat rendah yang berlangsung secara konsisten dalam jangka panjang dapat merusak struktur pembuluh darah superficial tanpa disadari oleh penderita karena tidak timbulnya sensasi terbakar yang ekstrem."

Setelah penelusuran lebih mendalam terhadap kebiasaan sehari-hari pasien, misteri tersebut akhirnya terkuak. Sang anak ternyata memiliki kebiasaan memangku laptop dan menempelkan perangkat panas tersebut langsung di atas perut atau pahanya selama berjam-jam setiap hari saat bermain atau belajar.

Mengenal Erythema Ab Igne

Kondisi medis yang dialami bocah tersebut dikenal dalam dunia kedokteran sebagai Erythema ab igne (EAI) atau secara awam kerap disebut sebagai toasted skin syndrome (sindrom kulit panggang). Kondisi ini terjadi akibat kulit terpapar radiasi inframerah atau sumber panas berulang pada rentang suhu 34 hingga 47 derajat Celsius. Suhu ini memang tidak cukup tinggi untuk menyebabkan luka bakar lepuh seketika, namun cukup untuk memicu perubahan pigmen dan vaskular pada jaringan kulit bawah.

Parameter Perangkat Penggunaan Aman Risiko Erythema Ab Igne
Suhu Permukaan Bawah < 35°C 40°C - 50°C
Durasi Paparan Kontak Singkat (< 30 Menit) Rutin Berjam-jam / Setiap Hari
Media Perantara Meja / Cooling Pad Kontak Langsung Kulit / Pakaian Tipis

Pencegahan dan Kesadaran Pengguna Gadget

Meskipun kondisi Erythema ab igne ini umumnya bersifat jinak dan dapat memudar secara perlahan setelah paparan panas dihentikan total, para ahli memperingatkan bahwa pembiaran jangka panjang berpotensi menyebabkan hipopigmentasi permanen atau bahkan perubahan seluler yang lebih serius. Kesadaran orang tua menjadi kunci utama untuk mencegah kasus serupa terulang pada anak-anak.

Para medis mengimbau masyarakat untuk selalu meletakkan laptop di atas permukaan keras seperti meja dan menggunakan alas pendingin tambahan. Menghindari kontak langsung antara badan perangkat elektronik yang hangat dengan kulit telanjang atau pakaian tipis adalah langkah preventif utama yang sangat krusial di era digital ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User