Bisnis

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.850 pada Akhir Tahun 2022

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perjalanannya di sepanjang tahun 2022 dengan catatan koreksi tipis. Berdasarkan pantauan langsung di Ged

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.850 pada Akhir Tahun 2022

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perjalanannya di sepanjang tahun 2022 dengan catatan koreksi tipis. Berdasarkan pantauan langsung di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pergerakan indeks acuan pasar modal domestik tersebut resmi ditutup pada level 6.850,62 pada sesi perdagangan Jumat (30/12/2022) sore.

Sepanjang sesi transaksi hari terakhir, indeks saham nasional mengalami pelemahan sebesar 0,14 persen atau kehilangan 9,46 poin jika dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Kendati bergerak cenderung lesu menjelang lonceng penutupan berbunyi, capaian pasar modal Indonesia secara umum dinilai masih mencatatkan ketahanan yang luar biasa di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kronologi Perdagangan Akhir Tahun di Bursa Efek Indonesia

Dinamika transaksi pasar modal pada hari terakhir perdagangan 2022 berlangsung dengan rangkaian agenda penting sebagai berikut:

  1. Sesi Pembukaan Pagi (09.00 WIB): IHSG dibuka dengan fluktuasi moderat, dipengaruhi oleh aksi ambil untung (profit taking) para pelaku pasar menjelang libur panjang tahun baru serta kehati-hatian investor merespons sentimen suku bunga global.
  2. Sesi Siang hingga Penutupan (15.00–16.00 WIB): Tekanan jual di sejumlah sektor saham berkapitalisasi besar menahan laju penguatan indeks, hingga akhirnya IHSG menetap di zona merah tipis pada level 6.850,62 saat bel penutupan resmi dibunyikan.
  3. Seremoni Penutupan Resmi (16.15 WIB): Jajaran direksi BEI bersama pemangku kepentingan industri keuangan menggelar seremoni resmi penutupan perdagangan tahun 2022, sekaligus menyampaikan laporan kinerja pasar modal.
"Pasar modal Indonesia berhasil melalui tahun 2022 dengan berbagai pencapaian positif, termasuk pertumbuhan basis investor ritel dan maraknya aksi korporasi penggalangan dana baru, meskipun tekanan makroekonomi global terus membayangi," ungkap otoritas bursa dalam evaluasi akhir tahun.

Rekor 59 Emiten Melantai Sepanjang 2022

Meskipun IHSG ditutup sedikit melemah pada hari terakhir, PT Bursa Efek Indonesia mencatatkan rekor impresif dari sisi aktivitas penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Sepanjang tahun 2022, terdapat 59 perusahaan baru yang resmi mencatatkan sahamnya di papan perdagangan BEI.

Tingginya antusiasme korporasi untuk menghimpun modal dari publik menunjukkan optimisme sektor riil terhadap pemulihan ekonomi nasional. Sejumlah poin kunci dari performa bursa selama 2022 meliputi:

  • Aktivitas IPO Tertinggi: Masuknya 59 emiten baru memperkuat kedalaman likuiditas pasar modal dalam negeri.
  • Daya Tahan Pasar: Kinerja indeks domestik menjadi salah satu yang paling tangguh di kawasan Asia Tenggara di tengah pengetatan moneter global.
  • Peningkatan Investor: Basis investor domestik, terutama kalangan generasi muda, terus tumbuh dan menjadi penopang utama likuiditas pasar saham.

Kini para pelaku pasar dan investor bersiap menyongsong pembukaan perdagangan awal tahun 2023 dengan tetap memperhatikan sejumlah indikator ekonomi makro, stabilitas nilai tukar rupiah, serta arah kebijakan moneter bank sentral global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User