JEMBRANA, Terdepan.id — Pembangunan dan revitalisasi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan yang terletak di Kabupaten Jembrana, Bali, memasuki babak baru. Proyek infrastruktur strategis sektor maritim ini dijadwalkan segera melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang digarap melalui kolaborasi konsorsium antara China Road and Bridge Corporation (CRBC) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi, PT Nindya Karya (Persero).
Modernisasi pelabuhan perikanan ini diarahkan untuk mendukung implementasi kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) yang dicanangkan pemerintah pusat, sekaligus mentransformasi kawasan Pengambengan menjadi pelabuhan perikanan modern yang ramah lingkungan (eco-fishing port) bertaraf internasional di kawasan timur Indonesia.
Tahapan dan Kronologi Pelaksanaan Proyek
Realisasi pembangunan PPN Pengambengan telah melalui rangkaian proses perencanaan, pengadaan, hingga pembebasan serta penataan lahan di pesisir barat Pulau Bali tersebut. Berikut adalah garis waktu dan tahapan penting pelaksanaan proyek:
- Tahap Perencanaan dan Lelang Fisik: Penyiapan dokumen teknis, izin lingkungan, dan proses seleksi mitra konstruksi internasional yang berhasil menetapkan kemitraan strategis antara CRBC dan PT Nindya Karya.
- Sosialisasi dan Penataan Kawasan: Pemerintah daerah bersama instansi perikanan melakukan koordinasi bersama masyarakat nelayan setempat, pemilik kapal, dan pelaku industri pengolahan ikan guna memastikan kelancaran relokasi sementara selama masa konstruksi.
- Jadwal Groundbreaking: Pelaksanaan peletakan batu pertama diagendakan mulai akhir September, menandai dimulainya pekerjaan fisik rekayasa perairan dan fasilitas darat pelabuhan.
- Masa Konstruksi dan Integrasi Sistem: Pembangunan fasilitas pelabuhan direncanakan berjalan multi-tahun, mencakup pengerukan kolam labuh, pemecah ombak (breakwater), dan dermaga representatif.
"Transformasi PPN Pengambengan bukan sekadar perbaikan infrastruktur fisik, melainkan langkah strategis mendongkrak daya saing hasil perikanan tangkap nasional di pasar global dengan standar keberlanjutan lingkungan," tegas pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Fasilitas Modern dan Dampak Perekonomian Daerah
Kapasitas sandar dan kedalaman kolam labuh eksisting selama ini menjadi tantangan bagi kapal-kapal bertonase besar untuk mendaratkan hasil tangkapan di Jembrana. Melalui proyek revitalisasi ini, sejumlah fasilitas unggulan akan dibangun dan ditingkatkan kualitasnya, meliputi:
- Pengembangan Kolam Labuh dan Dermaga: Pengerukan kolam labuh yang lebih dalam agar kapal berbobot di atas 30 GT dapat bersandar dengan aman setiap saat tanpa terpengaruh pasang-surut ekstrem.
- Struktur Breakwater Baru: Pembangunan pemecah gelombang kokoh guna melindungi area pelabuhan dari hempasan ombak Samudra Hindia.
- Fasilitas Rantai Dingin Terpadu: Pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI) higienis, instalasi cold storage modern, serta pabrik es berkapasitas tinggi untuk menjaga mutu ikan tangkapan nelayan.
- Pusat Pengolahan dan Logistik: Kawasan industri terpadu untuk pengalengan dan pengolahan tepung ikan yang menjadi sektor andalan Kabupaten Jembrana.
Kehadiran CRBC dan PT Nindya Karya diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi dan penyelesaian proyek tepat waktu. Keberadaan PPN Pengambengan yang modern ditargetkan menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta memutar roda perekonomian pesisir Bali Barat secara berkelanjutan.
Comments (0)