Teknologi

Bandung — Polrestabes Bongkar Laboratorium Vape Narkoba Berisi Zat PINACA

KOTA BANDUNG — Pengungkapan kasus laboratorium gelap (clandestine laboratory) pembuat racikan cairan rokok elektrik atau likuid vape beracun di Kota Bandun

Bandung — Polrestabes Bongkar Laboratorium Vape Narkoba Berisi Zat PINACA

KOTA BANDUNG — Pengungkapan kasus laboratorium gelap (clandestine laboratory) pembuat racikan cairan rokok elektrik atau likuid vape beracun di Kota Bandung kembali membuka mata publik akan ancaman nyata narkotika jenis baru. Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polrestabes Bandung berhasil membongkar industri rumahan ilegal yang memproduksi cairan mengandung narkotika Golongan I jenis PINACA, sebuah senyawa kanabinoid sintetis yang berpotensi merusak organ tubuh secara masif.

Operasi penggerebekan fasilitas rahasia ini menjadi sinyal bahaya bagi para pengguna vaporizer di Tanah Air. Modus peredaran zat berbahaya kini telah menyusup halus ke dalam gaya hidup modern anak muda. Likuid berdosis mematikan tersebut diracik secara ilegal tanpa standar keselamatan medis, lalu dikemas rapi agar menyerupai produk rokok elektrik komersial pada umumnya guna mengelabui petugas kepolisian dan konsumen umum.

Ancaman Mematikan di Balik Asap Manis Vaporizer

Zat PINACA merupakan turunan dari senyawa kanabinoid sintetis buatan yang dirancang khusus untuk memicu efek psikotropika ekstrem pada sistem saraf pusat manusia. Efek yang dihasilkan oleh zat ini jauh lebih destruktif dibandingkan dengan ganja alami. Konsumsi zat PINACA dalam kadar tertentu dapat menyebabkan gagal jantung mendadak, kejang hebat, hilangnya kesadaran, gangguan jiwa akut, hingga kematian akibat keracunan sistemik.

"Pengungkapan laboratorium gelap ini merupakan langkah krusial untuk mencegah penyebaran zat berbahaya seperti PINACA di tengah masyarakat. Kami menegaskan komitmen penuh untuk memutus mata rantai likuid vape berisi narkotika golongan I yang sangat merusak masa depan generasi muda," tegas perwakilan tim penyidik Polrestabes Bandung.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa bahan baku kimia beracun tersebut didapatkan dari jaringan terputus dan diracik menggunakan peralatan laboratorium sederhana di dalam permukiman padat. Penggunaan narkotika sintetis dalam bentuk cairan rokok elektrik sangat menyulitkan deteksi kasatmata karena aroma manis dan rasanya telah dimanufaktur sedemikian rupa agar tampak seperti likuid biasa.

Analisis Risiko: Ganja Alami vs Kanabinoid Sintetis (PINACA)

Penyalahgunaan narkotika jenis sintetis dalam media rokok elektrik memiliki tingkat bahaya yang jauh melampaui zat adiktif konvensional. Berikut adalah tabel perbandingan risiko antara ganja alami dan senyawa sintetis PINACA:

Karakteristik Ganja Alami (Cannabis) Likuid PINACA (Sintetis)
Asal Bahan Tanaman Organik Sintesis Kimia Murni
Potensi Efek Toksik Sedang hingga Tinggi Sangat Tinggi / Fatal
Bentuk Peredaran Daun Kering / Ekstrak Cairan Vape / Minyak Olahan
Dampak Saraf Pusat Halusinasi & Penurunan Kesadaran Psikosis Akut, Gagal Organ & Kematian

Modus Operandi dan Imbauan Kewaspadaan Publik

Dalam praktiknya, para pelaku memanfaatkan celah pemasaran digital dan ketidakpahaman konsumen dengan menjual likuid ini secara tertutup melalui jaringan media sosial maupun pasar gelap daring. Produk sering kali dijual tanpa label garansi atau merek resmi, dihargai jauh lebih mahal dari standar pasar, serta diiming-imingi efek menenangkan atau high yang instan bagi penggunanya.

Kepolisian Republik Indonesia mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya para orang tua dan komunitas pengguna vaporizer, untuk selalu waspada terhadap produk racikan yang tidak jelas asal-usulnya. Jangan pernah membeli cairan vape tanpa izin edar resmi dari Badan POM atau Bea Cukai. Penindakan tegas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika akan terus diberlakukan guna memberantas keberadaan clandestine laboratory di seluruh Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User