Bisnis

Tiga Korban Ledakan Ruko Surabaya Menjalani Operasi

Surabaya — Tiga korban ledakan di Depot Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan ruko Pakuwon City, Surabaya, kini menjalani serangkaian operasi medis akibat luka ba

Tiga Korban Ledakan Ruko Surabaya Menjalani Operasi

Surabaya — Tiga korban ledakan di Depot Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan ruko Pakuwon City, Surabaya, kini menjalani serangkaian operasi medis akibat luka bakar yang diderita. Insiden yang mengguncang kawasan pusat kuliner tersebut diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas LPG di dalam dapur rumah makan.

Peristiwa yang terjadi pada awal Oktober itu mengakibatkan tiga orang mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda. Seluruh korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan intensif, dan dokter memutuskan untuk segera menjalankan operasi guna mencegah infeksi serta mempercepat proses penyembuhan.

Kronologi Kejadian di Pakuwon City

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, ledakan terjadi ketika karyawan sedang menyiapkan operasional dapur. Asap dan aroma gas sempat tercium beberapa saat sebelum akhirnya terdengar suara ledakan keras yang membuat pengunjung dan penghuni ruko di sekitar berhamburan keluar.

Api sempat membesar sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Berkat upaya cepat barisan pemadam, api berhasil dipadamkan sehingga api tidak sempat merambat ke unit ruko lain di kawasan tersebut. Meski demikian, kerusakan cukup signifikan terlihat pada bagian dapur dan area penyajian.

  • Tiga orang terluka akibat luka bakar dan menjalani operasi di rumah sakit.
  • Penyebab utama diduga kebocoran tabung gas LPG di dapur depot nasi.
  • Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam sebelum merambat ke unit ruko lain.
  • Pemilik depot menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Ketiga korban mengalami luka bakar pada sebagian tubuhnya. Tim medis menilai bahwa operasi perlu segera dilakukan untuk membersihkan luka, mengangkat jaringan yang rusak, dan meminimalkan risiko komplikasi. Proses pemulihan diperkirakan memerlukan waktu, mengingat luka bakar membutuhkan perawatan berkala dan pendampingan ketat.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Kami sedang berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan memastikan seluruh korban mendapat perawatan terbaik," ujar perwakilan pemilik Depot Nasi Tempong Sri Dewi.

Pihak manajemen menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan para korban. Selain itu, pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi gas di seluruh cabang juga akan dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Diduga Kebocoran Tabung Gas LPG

Penyebab ledakan masih dalam tahap penyelidikan aparat berwenang. Namun, sementara ini indikasi kuat mengarah pada kebocoran tabung gas LPG yang terakumulasi di ruang dapur tertutup. Kebocoran tersebut diduga memicu ledakan ketika ada sumber api dari kompor atau peralatan masak lainnya.

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin instalasi gas di rumah maupun tempat usaha. Sejumlah langkah pencegahan berikut disarankan oleh petugas:

  • Periksa selang dan regulator gas secara berkala untuk mendeteksi kebocoran.
  • Pastikan tabung gas disimpan tegak dan di tempat yang berventilasi baik.
  • Jangan menyalakan kompor sebelum memastikan tidak ada aroma gas yang tercium.
  • Segera hubungi petugas jika mendeteksi kebocoran, jangan menyalakan peralatan listrik.

Respons Pemilik dan Pihak Berwenang

Kepolisian setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memintai sejumlah saksi, termasuk karyawan depot nasi serta penghuni ruko di sekitar lokasi. Pemilik usaha juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan para korban.

Pemerintah kota melalui dinas terkait mengimbau seluruh pelaku usaha kuliner untuk mematuhi standar keselamatan, khususnya terkait penggunaan gas LPG. Pemilik usaha diminta memiliki detektor gas, memasang ventilasi memadai, dan mengikuti pelatihan penanggulangan kebakaran bagi karyawan.

Saat ini, seluruh korban masih dirawat dan menjalani pemulihan pascaoperasi. Masyarakat dan pelanggan setia depot nasi tersebut diminta memberikan doa serta dukungan agar para korban dapat segera pulih seperti sedia kala.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User