Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), secara resmi memperkuat komitmen pembangunan daerah melalui akselerasi program ekonomi biru yang berpusat di kawasan Teluk Saleh. Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan potensi kelautan yang melimpah sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir secara berkelanjutan. Teluk Saleh, yang dikenal sebagai salah satu akuarium alami terbesar di Indonesia, memiliki peran vital dalam menopang mata pencaharian ribuan nelayan lokal serta menjadi pusat keanekaragaman hayati laut yang bernilai tinggi.
Langkah percepatan ini mencakup integrasi antara sektor perikanan tangkap, budidaya laut, hingga pariwisata bahari berbasis konservasi. Pemerintah daerah meyakini bahwa pendekatan berbasis maritim ini akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Kabupaten Sumbawa di tengah tantangan perubahan iklim global. Pengelolaan kawasan ini dirancang agar mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir tanpa mengorbankan daya dukung lingkungan.
Analisis Potensi dan Target Pengembangan Kawasan Teluk Saleh
Kawasan Teluk Saleh memiliki luas perairan mencapai lebih dari 145.000 hektar dengan potensi perikanan yang sangat besar, mulai dari komoditas ikan tangkap, rumput laut, hingga budidaya kerapu dan lobster. Pengoptimalan kawasan ini diintegrasikan ke dalam konsep strategis Samota (Saleh, Moyo, Tambora) yang telah menjadi prioritas pembangunan nasional dan daerah.
Berdasarkan data perencanaan daerah, pemanfaatan kawasan ini ditargetkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan dan pariwisata hingga 25 persen dalam tiga tahun ke depan. Selain itu, program ini diproyeksikan akan menyerap lebih dari 15.000 tenaga kerja lokal yang bergerak di sektor perikanan darat, laut, hingga industri pengolahan hasil perikanan.
| Indikator Pembangunan | Kondisi Eksisting (2024) | Target Ekonomi Biru (2030) |
|---|---|---|
| Produksi Perikanan Tangkap & Budidaya | 65.000 Ton/Tahun | 110.000 Ton/Tahun |
| Kontribusi Sektor Kelautan terhadap PDRB | 12,4 Persen | 20,0 Persen |
| Kawasan Konservasi Perairan Terkelola | 35.000 Hektar | 85.000 Hektar |
| Jumlah Kemitraan Nelayan Terintegrasi | 1.200 Kelompok | 4.500 Kelompok |
Para pakar kelautan menilai bahwa keberhasilan transformasi ekonomi di Teluk Saleh sangat bergantung pada tata kelola wilayah pesisir yang inklusif dan berbasis sains.
"Ekonomi biru di Teluk Saleh bukan sekadar meningkatkan volume produksi perikanan, melainkan bagaimana kita menjaga produktivitas laut tetap tinggi dalam jangka panjang melalui zonasi yang ketat dan perlindungan habitat penting seperti hiu paus dan terumbu karang," ujar Dr. Ir. Ahmad Dahlan, pengamat maritim dan kebijakan publik.
Tahapan Implementasi Peta Jalan Ekonomi Biru Sumbawa
Untuk memastikan ketercapaian target pembangunan berkelanjutan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyusun tata urutan implementasi program secara sistematis melalui beberapa tahapan utama:
- Penyusunan Rencana Zonasi dan Regulasi (2024–2025): Mengesahkan Peraturan Daerah mengenai tata ruang laut kawasan Teluk Saleh serta menetapkan alokasi zona konservasi, zonasi penangkapan terukur, dan zona budidaya ramah lingkungan.
- Modernisasi Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (2025–2027): Membangun fasilitas dermaga perikanan modern, cold storage berbasis energi terbarukan, serta memberikan pelatihan manajemen perikanan berkelanjutan bagi kelompok nelayan lokal.
- Pengembangan Pariwisata Bahari Terintegrasi (2026–2028): Memperkuat promosi wisata edukasi berbasis konservasi hiu paus (whale shark) dan wisata bahari Teluk Saleh yang terhubung dengan Pulau Moyo dan Gunung Tambora.
- Hilirisasi dan Penetrasi Pasar Ekspor (2027–2030): Mengembangkan industri pengolahan produk kelautan bernilai tambah tinggi dengan sertifikasi standar internasional untuk menembus pasar ekspor global.
Dengan pelaksanaan peta jalan tersebut, Pemkab Sumbawa optimistis Teluk Saleh akan menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan ekonomi biru yang menyeimbangkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir dengan keberlanjutan ekosistem laut.
Pemkab Sumbawa meluncurkan strategi pengembangan ekonomi biru berkelanjutan di kawasan Teluk Saleh dengan target peningkatan produksi perikanan hingga 110.000 ton pada 2030. Program ini mencakup integrasi perikanan tangkap, budidaya laut, dan pariwisata bahari konservasi. Baca berita selengkapnya di Terdepan.id.
Comments (0)