Bisnis

Rupiah Bangkit dari Titik Terendah, Sentuh Rp17.818 per Dolar AS

Jakarta — Setelah beberapa hari tertekan hingga menyentuh level terlemahnya, nilai tukar rupiah perlahan menemukan pijakan. Pada akhir perdagangan Rabu (23

Rupiah Bangkit dari Titik Terendah, Sentuh Rp17.818 per Dolar AS

Jakarta — Setelah beberapa hari tertekan hingga menyentuh level terlemahnya, nilai tukar rupiah perlahan menemukan pijakan. Pada akhir perdagangan Rabu (23/9/2026), mata uang Garuda ditutup merayap naik 66 poin atau sekitar 0,37%, membawa kurs ke kisaran Rp17.818 per dolar AS. Penguatan ini memberi napas lega bagi pasar yang sempat diliputi kekhawatiran arus modal keluar.

Pergerakan tersebut terjadi di tengah sentimen campuran. Pelaku pasar masih mengawasi perkembangan ekonomi global, keputusan suku bunga, dan arah kebijakan moneter bank sentral utama. Namun, sinyal pemulihan rupiah hari ini membuka asa bahwa tekanan berlebihan mulai mereda.

Rupiah Mencoba Bangkit Usai Babak Belur

Sepanjang pekan sebelumnya, rupiah tercatat melemah secara konsisten. Tekanan dari penguatan dolar AS serta aksi ambil untung investor asing membuat mata uang lokal berada di posisi defensif. Kondisi itu yang membuat para analis menyebut rupiah sempat babak belur sebelum akhirnya mampu bangkit pada perdagangan Rabu.

Data perdagangan menunjukkan pergerakan harian bergerak dalam rentang yang relatif terkendali. Nilai tukar rupiah ditutup menguat 66 poin atau 0,37% dari posisi sebelumnya, sejalan dengan meredanya tekanan jual di pasar valas domestik.

Peran Sentimen Pasar dan Bank Sentral

Penguatan rupiah tidak lepas dari harapan pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter dalam negeri. Ekspektasi bahwa bank sentral akan menjaga kebijakan yang adaptif dinilai mampu menahan gejolak kurs, setidaknya dalam jangka pendek.

"Pergerakan hari ini menunjukkan bahwa pasar mulai menyesuaikan ekspektasi. Bila dukungan fundamental tetap terjaga, ruang penguatan rupiah masih terbuka, meski volatilitas tetap perlu diwaspadai," kata seorang analis pasar keuangan di Jakarta.

Di sisi lain, pelaku usaha pun berharap kestabilan kurs agar biaya impor dan pembiayaan luar negeri tidak melonjak. Ketidakpastian nilai tukar selalu menjadi momok bagi dunia usaha, terutama bagi perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor.

Tantangan di Hadapan Pasar

Meski menguat, rupiah belum sepenuhnya lepas dari tekanan. Pergerakan dolar AS, harga komoditas, serta arus dana asing masih menjadi faktor penentu. Pasar kini menanti data ekonomi terbaru dan sinyal bank sentral global sebagai patokan langkah berikutnya.

Para ekonom menilai bahwa penguatan hari ini lebih bersifat teknis, namun tetap penting sebagai penanda bahwa sentimen pasar mulai membaik. Kunci keberlanjutan penguatan rupiah terletak pada ketahanan fundamental ekonomi dan kepercayaan investor.

Di akhir pekan, perhatian pasar kembali tertuju pada rilis data dan perkembangan ekonomi internasional. Pergerakan rupiah ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons dinamika ekonomi dunia maupun domestic.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User