Teknologi

RMIT Kembangkan Inovasi Daur Ulang Puntung Rokok Menjadi Batu Bata

MELBOURNE, Terdepan.id — Tim peneliti dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT University) di Australia berhasil mengembangkan metode inovatif un

RMIT Kembangkan Inovasi Daur Ulang Puntung Rokok Menjadi Batu Bata

MELBOURNE, Terdepan.id — Tim peneliti dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT University) di Australia berhasil mengembangkan metode inovatif untuk mendaur ulang limbah puntung rokok menjadi batu bata bangunan. Terobosan ini tidak hanya menawarkan solusi praktis terhadap salah satu masalah sampah paling persisten di dunia, tetapi juga mampu memangkas konsumsi energi dalam proses produksi material konstruksi hingga 10 persen.

Puntung rokok diketahui mengandung ribuan zat kimia beracun dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai di alam. Melalui pemanfaatan limbah filter rokok sebagai bahan campuran tanah liat, para ilmuwan mampu menciptakan batu bata yang lebih ringan, memiliki daya insulasi termal lebih baik, serta aman bagi lingkungan.

Kronologi Riset dan Tahapan Produksi

Pengembangan material bangunan ramah lingkungan ini melalui serangkaian uji coba ketat sebelum dinilai layak untuk diproduksi secara massal. Berikut adalah tahapan proses inovasi yang dirumuskan oleh tim riset:

  1. Pengumpulan dan Sterilisasi: Limbah puntung rokok dikumpulkan dalam jumlah besar lalu disterilisasi guna memastikan mikroorganisme berbahaya dan residu racun dinetralisasi.
  2. Pencampuran Material: Filter rokok yang telah diproses kemudian dicampurkan ke dalam adonan tanah liat basah dengan proporsi tertentu agar struktur batu bata tetap kokoh.
  3. Pencetakan dan Pengeringan: Campuran dicetak menggunakan mesin standar industri sebelum dikeringkan untuk mengurangi kadar air secara bertahap.
  4. Proses Pembakaran (Firing): Batu bata dibakar pada suhu tinggi di dalam tungku pembakaran, di mana keberadaan senyawa organik dari filter rokok membantu proses pemanasan internal.
"Inkorporasi puntung rokok ke dalam material bata secara efektif mengunci zat kimia berbahaya di dalam struktur keramik padat, sekaligus menurunkan kebutuhan energi tungku pembakaran secara signifikan," terang perwakilan tim peneliti RMIT dalam laporan resminya.

Efisiensi Energi dan Manfaat Lingkungan

Dalam laporan penelitian tersebut, batu bata yang diproduksi terbukti memiliki massa yang lebih ringan dibandingkan bata konvensional. Penurunan massa ini memudahkan proses transportasi serta mengurangi beban struktural pada konstruksi gedung bertingkat.

Adapun manfaat utama dari integrasi limbah puntung rokok dalam industri bata merah meliputi:

  • Penghematan Energi Firing: Menurunkan konsumsi energi pembakaran hingga 10 persen berkat nilai kalor yang tersimpan dalam serat selulosa asetat rokok.
  • Peningkatan Kinerja Termal: Menghasilkan sifat isolasi panas yang lebih baik, sehingga bangunan yang menggunakan material ini lebih efisien dalam penggunaan pendingin atau pemanas ruangan.
  • Pengurangan Polusi Global: Menjadi alternatif pengolahan miliaran puntung rokok yang biasanya berakhir di saluran air dan lautan setiap tahunnya.

Menuju Penerapan Skala Industri

Kini, para peneliti tengah menjajaki kolaborasi dengan pelaku industri manufaktur bata global untuk merancang skema pengumpulan dan rantai pasok limbah puntung rokok dalam skala besar. Jika diterapkan secara luas, inovasi ini diproyeksikan mampu menekan biaya produksi industri konstruksi secara substansial sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User