JAKARTA — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak perusahaan dari PT Pertamina International Shipping (PIS) Subholding Integrated Marine Logistics, mempertegas langkah strategisnya dalam memperkuat lini bisnis maritim terintegrasi melalui penerapan prinsip operasional SIAP. Langkah komprehensif ini dirancang untuk mendongkrak keunggulan operasional, efisiensi logistik energi nasional, serta meningkatkan daya saing perusahaan di pasar maritim domestik maupun internasional.
Di tengah dinamika industri pelayaran global yang menuntut tingkat keandalan dan standar keselamatan tinggi, PTK memandang integritas dan profesionalisme sebagai fondasi utama bisnis. Melalui internalisasi budaya kerja terstruktur, perusahaan berfokus pada modernisasi armada, digitalisasi layanan jasa maritim, serta optimalisasi tata kelola kepelabuhanan di seluruh wilayah operasionalnya.
“Penerapan prinsip SIAP bukan sekadar jargon korporasi, melainkan pendorong utama operasional untuk memastikan seluruh lini layanan maritim berjalan efisien, aman, dan mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” tegas manajemen PTK dalam keterangan resminya. “Kami berkomitmen menjadi pemain kunci penyedia jasa maritim terpadu yang kompetitif di tingkat regional.”
Transformasi Operasional dan Penguatan Infrastruktur Maritim
Saat ini PTK mengelola jaringan operasional yang luas di lebih dari 80 pelabuhan yang tersebar di seluruh Nusantara. Portofolio layanan perusahaan mencakup penyediaan kapal pendukung lepas pantai (*Offshore Support Vessel*), jasa pemanduan dan penundaan kapal (*towage & pilotage*), pengelolaan terminal maritim, hingga penyediaan sarana bantu navigasi pelayaran.
Untuk menopang cakupan operasional yang masif tersebut, PTK terus memprioritaskan budaya keselamatan kerja. Perusahaan secara konsisten mengincar target Zero Accident dengan mencatatkan jutaan jam kerja selamat tanpa kecelakaan fatal (*Lost Time Incident*).
Penerapan budaya keselamatan maritim dan keunggulan operasional secara konsisten menjadi benteng utama PTK dalam menjaga keandalan distribusi pasokan energi nasional di jalur laut.
Empat Pilar Utama Implementasi Prinsip SIAP
Sebagai bagian dari komitmen perbaikan berkelanjutan, implementasi prinsip SIAP memeta fokus kerja perusahaan ke dalam empat pilar utama yang terintegrasi langsung dengan strategi bisnis maritim:
| Pilar SIAP | Fokus Implementasi Utama | Target Dampak Strategis |
|---|---|---|
| Sinergi | Kolaborasi antar Subholding dan ekosistem maritim nasional | Efisiensi rantai pasok energi hingga 15-20% |
| Integritas | Ketaatan penuh pada Good Corporate Governance (GCG) | Penerapan Zero Tolerance terhadap pelanggaran etik |
| Agilitas | Digitalisasi sistem navigasi dan manajemen kapal | Respon cepat terhadap dinamika kebutuhan pasar |
| Profesionalisme | Peningkatan kualifikasi pelaut dan keandalan kapal | Ketersediaan armada (*vessel availability*) mencapai 98% |
Tahapan Strategis Penguatan Bisnis Maritim Terpadu
Dalam memicu pertumbuhan yang berkelanjutan, PTK mengeksekusi urutan tahapan strategis yang dinilai mampu memberikan dampak langsung pada efisiensi operasional:
- Standardisasi Armada dan Modernisasi Kapal: Melakukan peremajaan serta peningkatan spesifikasi teknis armada kapal kerja guna memenuhi standar keselamatan migas internasional.
- Integrasi Sistem Digitalization & Automation: Mengimplementasikan *Vessel Management System* (VMS) berbasis kecerdasan buatan untuk memantau pergerakan kapal secara real-time dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar.
- Pengembangan Jasa Kepelabuhanan Terpadu: Memperluas cakupan layanan penundaan kapal dan pengerukan alur di pelabuhan-pelabuhan strategis nasional.
- Peningkatan Kualifikasi SDM Maritim: Mengembangkan program sertifikasi bertaraf internasional bagi para perwira laut dan personel darat secara berkala.
Dampak Terhadap Keberlanjutan Industri Maritim
Langkah penguatan bisnis terintegrasi yang dijalankan PTK tidak hanya berdampak pada kelancaran operasional internal Pertamina Group, namun juga membuka peluang komersialisasi jasa kepelabuhanan ke pasar non-Pertamina. Ekspansi pasar ini diyakini mampu meningkatkan kontribusi pendapatan dari sektor maritim swasta dan internasional.
“Langkah efisiensi operasional yang dikombinasikan dengan penguatan prinsip SIAP memberikan kepastian bagi mitra industri bahwa layanan jasa maritim nasional memiliki daya saing tinggi,” ungkap pengamat maritim independen. Dengan kapabilitas armada yang terus diperkuat, PTK optimistis dapat terus mendukung akselerasi ekonomi biru nasional sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia di panggung maritim global.
Comments (0)