Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menggambarkan Iran sebagai sumber terorisme global. Bantahan itu disampaikan Pezeshkian dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu waktu setempat, seperti dilaporkan Axios. Ia menegaskan bahwa Iran justru merupakan korban terorisme, bukan pelakunya.
Pidato berdurasi sekitar 18 menit tersebut menjadi momen langka ketika seorang pemimpin Iran menantang langsung narasi Amerika Serikat di atas tanah Amerika, di tengah situasi perang antara AS-Israel dan Iran yang masih berkecamuk. Pezeshkian memanfaatkan panggung diplomatik terbesar dunia itu untuk membangun argumen bahwa Tehran selama ini hanya membela diri.
"Presiden Amerika Serikat menyebut kami teroris. Kami telah menjadi korban terorisme. Mereka yang merupakan teroris dan melatih serta melindungi teroris justru menyebut kami demikian. Kami hanya membela diri. Kami bukan teroris," ujar Pezeshkian.
Timeline Eskalasi Retorika Iran-AS di Forum PBB
Pidato Pezeshkian tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian ketegangan yang memuncak dalam beberapa pekan terakhir. Berikut urutan peristiwa yang melatarbelakangi pernyataan tersebut:
- Awal September 2026 — Laporan misi PBB menemukan "alasan yang masuk akal untuk meyakini" bahwa Amerika Serikat melakukan kejahatan perang dalam serangan terhadap Iran.
- 17 September 2026 — Temuan misi penyelidikan PBB tersebut dipublikasikan dan memicu reaksi keras dari Tehran.
- 22 September 2026 — Ketegangan diplomatik meningkat menjelang Sidang Umum PBB, dengan isu perang AS-Israel-Iran menjadi agenda utama.
- 23 September 2026 — Pezeshkian berpidato di Sidang Umum PBB dan menolak label teroris yang dialamatkan kepadanya.
Data Korban Serangan yang Disorot Iran
Dalam pidatonya, Pezeshkian merujuk sejumlah serangan yang ia tuduhkan kepada Amerika Serikat, termasuk serangan yang menewaskan anak-anak. Ia secara khusus menyoroti insiden di sebuah sekolah dasar di Minab yang menewaskan lebih dari 150 warga Iran, termasuk lebih dari 120 anak-anak.
| Peristiwa | Jumlah Korban | Keterangan |
|---|---|---|
| Serangan sekolah dasar di Minab | 150+ warga Iran | Termasuk 120+ anak-anak |
| Temuan misi PBB | — | "Alasan masuk akal" AS melakukan kejahatan perang |
| Investigasi AS | Belum dirilis | AP melaporkan penyelidikan masih berjalan |
Pezeshkian menegaskan bahwa rakyat Iran yang tidak bersalah telah menjadi sasaran serangan pengecut dan agresi yang dipaksakan terhadap negaranya. "Kami membela diri dengan kekuatan penuh," ujarnya, seraya menambahkan bahwa dunia saat ini dikuasai kekuatan besar yang mengabaikan kemanusiaan, keadilan, dan demokrasi.
Kritik terhadap Tatanan Global
Dalam bagian lain pidatonya, Pezeshkian melontarkan kritik tajam terhadap negara-negara kuat yang ia nilai justru menjadi pelindung dan pencipta ketidakstabilan serta kehancuran. Menurutnya, alih-alih memperjuangkan keadilan dan demokrasi, kekuatan besar kerap mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan ketika berhadapan dengan kepentingan geopolitiknya sendiri.
Pernyataan ini mempertegas posisi Iran yang menolak dilabeli sebagai aktor terorisme, sekaligus menempatkan Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas eskalasi konflik. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas pidato tersebut. Sementara itu, komunitas internasional menantikan perkembangan investigasi serangan Minab yang hingga kini belum merilis temuan finalnya.
Comments (0)