Teknologi

POSO — Karhutla Hanguskan 50 Hektare Gambut dan Kebun Warga

Asap tebal berwarna kelabu pekat terus membubung tinggi memeluk langit di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Koba

POSO — Karhutla Hanguskan 50 Hektare Gambut dan Kebun Warga

Asap tebal berwarna kelabu pekat terus membubung tinggi memeluk langit di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kobaran api yang membakar kawasan hutan dan lahan (karhutla) hingga kini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan di lapangan. Berdasarkan pendataan awal, amukan si jago merah telah melahap sedikitnya 50 hektare lahan gambut dan perkebunan produktif milik warga setempat, memicu kepanikan serta kerugian ekonomi yang tak sedikit.

Kebakaran yang bermula dari titik api kecil ini dengan cepat meluas akibat terpaan angin kencang dan kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau. Lahan gambut yang kaya akan bahan organik menjadikan api tidak hanya membakar permukaan, melainkan juga meresap jauh ke bawah tanah. Kondisi ini menyebabkan proses pemadaman menjadi sangat rumit dan membutuhkan penanganan ekstra intensif dari para petugas di lapangan.

Ancam Penghidupan Warga dan Ekosistem Gambut

Kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana karhutla ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Puluhan hektare kebun warga yang ditanami komoditas vital seperti kakao dan cengkih kini rata dengan tanah menjadi abu. Hilangnya mata pencaharian utama warga Desa Pasir Putih menjadi duka mendalam di tengah perjuangan melawan pekatnya asap yang mengancam kesehatan saluran pernapasan mereka.

Salah seorang warga setempat menuturkan betapa cepatnya api merambat hingga menghancurkan ladang yang telah dirawat berdikari bertahun-tahun.

"Api datang sangat cepat terbawa angin. Kami tidak sempat menyelamatkan tanaman perkebunan. Sekarang semuanya sudah menjadi abu, padahal itu satu-satunya sumber penghasilan keluarga kami untuk menyambung hidup," ujar salah seorang petani di lokasi kejadian dengan nada penuh kepasrahan.

Dampak ekologis dari terbakarnya lahan gambut di Poso ini juga dinilai sangat serius oleh para pakar lingkungan. Gambut menyimpan cadangan karbon yang sangat besar, sehingga ketika terbakar, pelepasan emisi gas rumah kaca terjadi secara masif ke udara. "Kebakaran di lahan gambut merupakan salah satu fenomena paling berbahaya karena api bisa bertahan di dalam tanah selama berminggu-minggu tanpa terlihat dari permukaan," ungkap pakar mitigasi bencana lingkungan setempat.

Perjuangan Tim Gabungan Menembus Medan Sulit

Upaya penanggulangan karhutla terus dilakukan tanpa henti oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api. Petugas harus berjibaku menembus medan yang sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran konvensional. Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi menjadi kendala utama yang menghambat percepatan pemadaman.

Berikut adalah rincian data dan tantangan penanganan kebakaran lahan di Pamona Selatan:

Parameter Data Detail Informasi
Lokasi Kebakaran Desa Pasir Putih, Kec. Pamona Selatan, Kab. Poso
Luas Terdampak Sekitar 50 Hektare (Gambut & Perkebunan)
Tipe Kebakaran Kebakaran Permukaan dan Bawah Gambut
Tantangan Utama Minim Sumber Air, Angin Kencang, Medan Terjal
Unsur Terlibat BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Relawan Warga

Untuk memadamkan titik api di area gambut dalam, tim harus menggunakan metode pengeboman air atau penggenangan area yang terbakar. Namun, karena keterbatasan armada udara dan akses darat, pemadaman manual dengan pompa portabel dan selang panjang masih menjadi tumpuan utama petugas di garis depan.

Bahaya Kebakaran Gambut dan Langkah Mitigasi Lingkungan

Penanganan karhutla di Kabupaten Poso memerlukan strategi jangka panjang yang terintegrasi. Selain upaya pemadaman darurat, langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar harus ditingkatkan secara masif. Pemerintah daerah diimbau untuk segera menetapkan status siaga darurat guna memobilisasi bantuan logistik dan personel yang lebih luas dari tingkat provinsi maupun pusat.

Pengawasan ketat terhadap kawasan rawan karhutla juga menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak berulang. Dengan koordinasi yang solid antara instansi terkait dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan titik api di Desa Pasir Putih dapat segera diisolasi dan dipadamkan sepenuhnya sebelum mengancam area pemukiman yang lebih luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User