BANDUNG — Kepolisian Resor Kota Besar Bandung masih mendalami kasus penusukan yang menewaskan seorang perempuan berinisial Apriyanti (52) di kawasan Bandung, Jawa Barat. Pelaku yang merupakan anak tiri korban, DH (32), telah diamankan aparat kepolisian tak lama setelah peristiwa berdarah tersebut terungkap. Penyidik kini menyoroti kemungkinan adanya gangguan kejiwaan yang melatarbelakangi aksi nekat pelaku terhadap ibu sambungnya sendiri.
Peristiwa ini mengguncang warga sekitar karena terjadi di lingkungan permukiman yang selama ini dikenal tenang. Berdasarkan keterangan awal pihak kepolisian, DH diduga melakukan penusukan berulang terhadap korban menggunakan senjata tajam. Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dideritanya. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses pemeriksaan forensik lebih lanjut.
Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Hingga kini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian, termasuk anggota keluarga lain dan tetangga sekitar. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menyusun kronologi lengkap sekaligus memastikan motif di balik aksi kekerasan dalam lingkungan keluarga itu. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan peristiwa penusukan tersebut.
Kepolisian menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan meski pelaku diduga mengalami masalah kejiwaan. Jika nantinya ditemukan indikasi gangguan mental, penyidik akan menggandeng ahli psikologi forensik maupun psikiater untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kejiwaan DH.
"Kami masih mendalami kasus ini secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya gangguan jiwa pada pelaku. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan barang bukti terus kami lakukan untuk mengungkap motif sebenarnya," ujar seorang penyidik kepolisian setempat kepada awak media.
Dalam penanganan kasus seperti ini, kepolisian biasanya melibatkan tim ahli untuk menilai tingkat kejiwaan pelaku. Hasil pemeriksaan tersebut akan sangat menentukan apakah pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum atau justru memerlukan penanganan medis khusus di fasilitas kejiwaan.
Faktor Kejiwaan Jadi Fokus Penyidikan
Pengungkapan kasus kekerasan dalam keluarga belakangan ini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Tekanan ekonomi, konflik antaranggota keluarga, hingga persoalan kesehatan mental disebut sebagai beberapa pemicu yang kerap muncul dalam peristiwa serupa. Karena itu, penyidik menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh agar kasus ini tidak hanya dilihat dari sisi pidana semata.
- Korban: Apriyanti (52), ibu sambung pelaku, tewas akibat luka tusuk.
- Pelaku: DH (32), anak tiri korban, telah diamankan polisi.
- Fokus penyidikan: dugaan gangguan kejiwaan dan motif di balik aksi penusukan.
- Barang bukti: senjata tajam serta sejumlah item lain yang diduga terkait peristiwa.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat. Keluarga korban diharapkan mendapat pendampingan psikologis pascaperistiwa tragis tersebut. Sementara itu, DH kini menjalani pemeriksaan intensif di kantor polisi sembari menunggu hasil assesmen kejiwaan dari tim ahli.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental perlu ditangani secara serius di lingkungan keluarga. Deteksi dini terhadap perubahan perilaku anggota keluarga dinilai penting untuk mencegah terjadinya kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa. Polisi memastikan akan mengusut kasus ini hingga tuntas dan transparan demi keadilan bagi korban beserta keluarganya.
Comments (0)