MASHHAD — Sebuah insiden penerbangan mencekam menimpa maskapai Sepehran Airlines di Iran setelah pesawat jenis Boeing 737-300 yang membawa puluhan penumpang terpaksa melakukan pendaratan darurat. Pesawat rute domestik dari Bandara Internasional Mashhad menuju Kermanshah tersebut mengalami getaran dahsyat sesaat setelah mengudara, hingga menyebabkan sejumlah panel plafon kabin terlepas dan menimpa area kursi penumpang.
Peristiwa yang terjadi pada Senin waktu setempat ini sempat memicu kepanikan luar biasa di dalam kabin. Rekaman video amatir yang diabadikan oleh salah seorang penumpang memperlihatkan struktur langit-langit pesawat copot dan bergelantungan di lorong kabin saat pesawat masih berada di udara. Beruntung, pilot berhasil mengendalikan situasi dan membawa pesawat kembali mendarat dengan selamat di bandara asal.
Kronologi Kejadian di Bandara Internasional Mashhad
Berdasarkan laporan resmi dari kantor berita pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), penerbangan tersebut sebenarnya telah menghadapi sejumlah kendala teknis sebelum berhasil mengudara. Berikut adalah urutan kejadian berdasarkan data penerbangan:
- Pembatalan Lepas Landas Awal: Pesawat tercatat sempat melakukan dua kali upaya lepas landas di landasan pacu Bandara Mashhad, namun kedua prosedur tersebut dibatalkan (aborted takeoff) oleh kru kokpit akibat indikasi gangguan teknis.
- Lepas Landas pada Percobaan Ketiga (Pukul 17.39 Waktu Setempat): Pesawat akhirnya diizinkan untuk memulai takeoff roll ketiga dan berhasil lepas landas meninggalkan landasan pacu.
- Getaran Ekstrem di Udara: Tak lama setelah roda pesawat meninggalkan landasan dan mulai menanjak, badan pesawat mengalami vibrasi hebat yang tidak wajar. Guncangan kuat ini merusak integritas interior kabin.
- Plafon Kabin Terlepas: Akibat guncangan frekuensi tinggi, panel pelapis atap kabin lepas dari dudukannya, menimbulkan suara benturan keras dan kepanikan di antara para penumpang.
- Keputusan Pendaratan Darurat (RTB): Menyadari adanya bahaya struktural dan keselamatan, pilot segera menyatakan situasi darurat dan memutuskan untuk segera kembali ke pangkalan (Return to Base). Pesawat mendarat darurat di Mashhad tanpa menimbulkan korban jiwa.
"Pesawat mengalami getaran hebat tak lama setelah lepas landas pada percobaan ketiga. Demi keselamatan seluruh penumpang dan awak, pilot mengambil prosedur darurat untuk segera kembali ke Bandara Mashhad," tulis laporan resmi IRNA.
Sorotan terhadap Keamanan dan Usia Armada
Insiden ini kembali memicu sorotan tajam terhadap industri penerbangan komersial Iran. Selama beberapa dekade terakhir, maskapai penerbangan di Iran menghadapi tantangan berat dalam melakukan peremajaan armada serta pengadaan suku cadang resmi akibat sanksi ekonomi internasional yang ketat.
Armada Boeing 737 generasi klasik, seperti varian Boeing 737-300 yang dioperasikan Sepehran Airlines, memerlukan perawatan berkala yang sangat ketat mengingat usia operasionalnya yang relatif tua. Pihak berwenang dari Organisasi Penerbangan Sipil Iran (CAO) dikabarkan telah menerjunkan tim investigasi independen untuk memeriksa catatan pemeliharaan pesawat dan mencari tahu penyebab pasti getaran ekstrem tersebut.
Pihak maskapai Sepehran Airlines memastikan bahwa seluruh penumpang telah dievakuasi ke terminal bandara dengan selamat dan diberikan kompensasi penerbangan pengganti menuju Kermanshah.
Comments (0)