Derap roda truk tangki penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) kini tidak lagi meredup saat malam merayap di Kota Makassar. Sebagai gerbang utama perekonomian di Kawasan Timur Indonesia, mobilitas masyarakat dan aktivitas industri di Ibu Kota Sulawesi Selatan ini menuntut keandalan pasokan energi yang tanpa henti. Menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga secara resmi mengoptimalkan pasokan dan rantai distribusi BBM dengan mengoperasikan skema penyaluran 24 jam penuh di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Langkah taktis ini diambil guna memastikan kestabilan stok energi di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sekaligus mengantisipasi lonjakan konsumsi akibat peningkatan aktivitas ekonomi pascapandemi. Dengan pola distribusi yang berjalan terus-menerus, potensi kelangkaan maupun antrean panjang kendaraan di SPBU dapat diminimalisasi secara signifikan.
Menjaga Urat Nadi Perekonomian Sulawesi Selatan
Makassar memegang peranan krusial sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional. Tingginya frekuensi transportasi logistik darat dan lalu lintas harian menjadikan kebutuhan BBM jenis Gasoline maupun Gasoil terus meningkat. Melalui optimalisasi operasional di Integrated Terminal (IT) Makassar, Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa armada mobil tangki siap bergerak membelah kota tanpa terikat oleh batasan jam kerja konvensional.
"Langkah ini merupakan komitmen nyata kami untuk memastikan ketersediaan energi tidak boleh terputus sedikit pun. Distribusi 24 jam di Makassar adalah respons atas dinamika kebutuhan masyarakat yang makin tinggi," tegas perwakilan manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Pengiriman BBM pada malam dan dini hari memberikan keunggulan logistik tersendiri. Selain menghindari kemacetan lalu lintas pada jam sibuk siang hari, pengiriman malam mampu mempercepat waktu tempuh (lead time) mobil tangki dari terminal BBM menuju SPBU tujuan. Hal ini berdampak langsung pada efisiensi penggunaan bahan bakar armada dan keamanan pengiriman.
| Parameter Distribusi | Skema Distribusi Reguler | Skema Distribusi 24 Jam |
|---|---|---|
| Waktu Operasional Fleet | 12 - 16 Jam / Hari | 24 Jam Non-Stop (Shift) |
| Risiko Kemacetan Jalan | Tinggi (Jam Kerja Utama) | Rendah (Pengiriman Malam Hari) |
| Ketahanan Stok SPBU | Rentan Fluktuasi Jam Sibuk | Terjaga Stabil dan Kontinu |
Ketatnya Standar K3LL dan Pengawasan Real-Time
Mengoperasikan pengiriman BBM secara terus-menerus selama 24 jam menuntut tingkat kesiapsiagaan yang lebih tinggi, terutama pada aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Pertamina Patra Niaga menerapkan sistem rotasi kerja (shift) yang ketat bagi para awak mobil tangki (AMT) guna menjaga kondisi fisik dan konsentrasi mereka selama bertugas.
Setiap pergerakan armada dipantau secara digital melalui sistem Auto Dispatch System dan GPS Tracking System yang terintegrasi di pusat kendali operasional. Teknologi ini memungkinkan tim logistik memantau kecepatan kendaraan, rute perjalanan, hingga mengidentifikasi kendala lalu lintas secara real-time.
Masyarakat mengapresiasi keandalan pasokan yang lebih terjamin ini. Keberadaan energi yang terdistribusi secara lancar adalah fondasi utama yang mendorong optimisme pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan jaminan pasokan energi yang kuat, sektor industri, perdagangan, hingga jasa di Kota Makassar diyakini dapat melaju lebih cepat dan efisien.
Comments (0)