TERDEPAN.ID, JEPARA — Manajemen Persijap Jepara secara resmi merombak struktur kepelatihan tim utama untuk mengarungi sisa kompetisi BRI Super League musim 2026/2027. Pelatih asal Portugal, Mario Lemos, dipastikan kembali menduduki posisi sebagai pelatih kepala Laskar Kalinyamat untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Juan Cortes.
Keputusan strategis ini diambil manajemen guna menyelamatkan tren performa tim yang kurang memuaskan pada awal musim. Langkah yang diambil tidak berupa pemecatan, melainkan pergeseran internal di mana Juan Cortes kini dipercaya mengemban amanat baru sebagai Direktur Teknik Persijap Jepara, sementara Mario Lemos memegang kendali penuh atas taktik tim di pinggir lapangan.
Kronologi Perubahan Jajaran Kepelatihan Persijap Jepara
Dinamika di jajaran kepelatihan Persijap Jepara bergulir cepat menyusul hasil minor dalam dua laga pembuka kompetisi. Berikut adalah urutan kronologis kejadian yang melatarbelakangi pertukaran posisi tersebut:
- Juni 2025: Mario Lemos pertama kali masuk dalam jajaran struktur teknis Persijap Jepara sebagai bagian dari program jangka panjang klub.
- Minggu, 6 September 2026: Persijap Jepara mengawali laga perdana BRI Super League 2026/2027 di bawah asuhan Juan Cortes dengan hasil mengecewakan, kalah 0-2 dari Madura United di Stadion Gelora Ratu, Pamekasan.
- Sabtu, 12 September 2026: Tampil di depan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Laskar Kalinyamat kembali menelan kekalahan tipis 0-1 dari Borneo FC, yang menyebabkan tim tertahan di papan bawah klasemen.
- Kamis, 17 September 2026: Manajemen Persijap Jepara secara resmi mengumumkan pertukaran posisi antara Mario Lemos dan Juan Cortes melalui pernyataan terbuka di media sosial klub.
Pertukaran Peran Strategis Demi Target Jangka Panjang
Perubahan posisi ini diklaim sebagai bentuk komitmen klub untuk menjaga kontinuitas visi olahraga yang telah disepakati bersama. Pihak manajemen menegaskan bahwa pertukaran peran ini dilakukan agar efektivitas permainan tim dapat segera membaik tanpa mengganggu rencana pembangunan klub yang sedang berjalan.
"Ini bukan memulai kembali, melainkan kelanjutan dari rencana jangka panjang. Peran berbeda. Satu visi," tulis pengumuman resmi manajemen Persijap Jepara pada Kamis (17/9/2026).
Penunjukan kembali Mario Lemos diharapkan mampu memangkas waktu adaptasi pemain. Pengalamannya yang telah mendampingi klub sejak pertengahan 2025 menjadi modal berharga bagi pelatih Portugal tersebut untuk langsung memahami kelebihan serta kelemahan skuat yang ada saat ini.
Tantangan Berat Mario Lemos di BRI Super League
Tugas mendesak kini menanti Mario Lemos dalam meracik strategi terbaik. Kegagalan mencetak gol dalam 180 menit awal kompetisi menunjukkan adanya persoalan serius di lini serang yang harus segera diselesaikan.
Beberapa fokus utama perbaikan yang menjadi agenda kerja Lemos meliputi:
- Pertajaman Lini Serang: Mengasah kreativitas dan penyelesaian akhir pemain depan yang belum menghasilkan satu gol pun di awal musim.
- Pembenahan Organisasi Pertahanan: Memperbaiki kedisiplinan barisan belakang setelah kebobolan tiga gol dalam dua pertandingan.
- Pemulihan Kepercayaan Diri Pemain: Mengangkat mentalitas bertanding tim pasca dua kekalahan beruntun agar siap menghadapi laga-laga berikutnya.
Di sisi lain, Juan Cortes dalam perannya yang baru sebagai Direktur Teknik akan berfokus pada pengawasan taktis secara makro, pengembangan akademi, serta perancangan strategi transfer pemain untuk mendukung kinerja Lemos dari balik layar.
Comments (0)