Teknologi

Peringatan 50 Tahun Noche de los Lápices Diwarnai Perpecahan Internal Peronis

Suasana khidmat sekaligus tegang menyelimuti jalanan kota La Plata, Argentina, saat ribuan massa berkumpul untuk memperingati 50 tahun tragedi Noche de los

Peringatan 50 Tahun Noche de los Lápices Diwarnai Perpecahan Internal Peronis

Suasana khidmat sekaligus tegang menyelimuti jalanan kota La Plata, Argentina, saat ribuan massa berkumpul untuk memperingati 50 tahun tragedi Noche de los Lápices (Malam Pensil). Peristiwa kelam yang terjadi pada masa kediktatoran militer tahun 1976 tersebut menyaksikan penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah siswa sekolah menengah yang memperjuangkan hak tarif khusus transportasi pelajar. Namun, peringatan sejarah yang seharusnya menjadi ajang persatuan penegakan hak asasi manusia ini justru menyingkap keretakan mendalam di tubuh gerakan politik Peronis yang saat ini memegang kendali di Provinsi Buenos Aires.

Dalam aksi pergerakan massa tersebut, berbagai kelompok pergerakan berbaris dalam barisan yang terpisah. Masing-masing kubu membawa agenda dan slogan politik yang saling berseberangan. Alih-alih menyatukan suara dalam penghormatan penuh terhadap para korban kejahatan militer di masa lalu, aksi jalanan ini berubah menjadi panggung adu pengaruh politik menjelang kontestasi kepemimpinan nasional Argentina di masa depan.

Peringatan Sejarah yang Terdistraksi Perpecahan Politik

Gubernur Provinsi Buenos Aires, Axel Kicillof, hadir langsung memimpin salah satu kolom barisan utama. Didampingi oleh tokoh hak asasi manusia terkemuka Argentina, Estela de Carlotto, Kicillof memanfaatkan momentum peringatan bersejarah ini untuk menyampaikan pesan politik strategis. Ia secara terbuka menyerukan pembentukan proyek politik alternatif guna mengimbangi arah kebijakan Presiden Javier Milei menjelang Pemilu Presiden Argentina tahun 2027.

"Keadilan masa lalu tidak boleh dipisahkan dari perjuangan masa kini. Kita harus membangun alternatif politik yang berpihak pada rakyat untuk menghadapi arah kebijakan pemerintah pusat saat ini," ungkap seruan yang mengemuka di sekitar kubu Kicillof.

Langkah Kicillof ini menegaskan posisinya sebagai salah satu figur sentral Peronis yang berusaha merangkul kelompok basis HAM serta elemen masyarakat sipil. Kendati demikian, seruan persatuan tersebut gagal menyatukan seluruh elemen pergerakan Peronis yang hadir di lapangan, mengingat faksi-faksi lain memilih mengejar narasi politik mereka sendiri.

Faksi La Cámpora dan Narasi Pembelaan Cristina Kirchner

Di sudut jalan lain, kelompok pemuda Peronis yang tergabung dalam organisasi La Cámpora memilih berbaris terpisah dari rombongan Gubernur. Mengusung panji-panji propaganda yang mencolok, mereka menyuarakan tuntutan pembebasan mantan Presiden Argentina, Cristina Fernández de Kirchner, yang saat ini menjalani hukuman tahanan rumah atas kasus korupsi Vialidad.

Kelompok La Cámpora secara agresif mendorong agar Cristina Kirchner dicalonkan kembali dalam pemilu mendatang, sekalipun secara hukum hak politiknya untuk menduduki jabatan publik telah dicabut oleh pengadilan. Perbedaan fokus aksi ini menegaskan adanya persaingan dingin antara faksi loyalis Cristina Kirchner dan kubu moderat yang mendukung kepemimpinan baru Kicillof.

Tak hanya itu, elemen gerakan sayap kiri (la izquierda) juga enggan bergabung dengan kedua faksi Peronis tersebut dan memilih menggelar mobilisasi massa mandiri. Mereka mengkritik kedua kubu politik arus utama yang dinilai memanfaatkan memori kolektif tragedi HAM demi kepentingan kekuasaan pragmatis.

Peta Keretakan Faksi dalam Peringatan Sejarah

Ketegangan yang tampak di jalanan La Plata mencerminkan peta fragmentasi politik yang sedang melanda oposisi Argentina pasca-kekalahan mereka dari Javier Milei. Berikut adalah pembagian faksi utama dalam aksi peringatan tersebut:

Faksi Politik Tokoh Utama / Pemimpin Fokus Utama Aksi
Kubu Pemerintah Provinsi Axel Kicillof & Estela de Carlotto Konsolidasi oposisi menuju Pemilu 2027 melawan Milei
La Cámpora (Peronis Kiri) Loyalis Cristina Kirchner Tuntutan kebebasan dan pencalonan ulang Cristina Kirchner
Kelompok Sayap Kiri Aktivis Independen / Left Coalition Mobilisasi mandiri dan kritik terhadap komodifikasi isu HAM

Perpecahan ini membuktikan bahwa ingatan sejarah La Noche de los Lápices kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ada emosi mendalam tentang keadilan sejarah yang terus dirawat oleh para aktivis kemanusiaan; namun di sisi lain, ambisi politik kekuasaan kerap menutupi esensi utama dari peringatan terhadap kekejaman rezim militer masa lalu tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User