Teknologi

Pengadilan Lahore Tolak Gugatan Mohammad Rizwan Terkait Kasus Judi Daring

LAHORE — Ketua Mahkamah Pengadilan Tinggi Lahore (LHC), Hakim Alia Neelum, secara resmi menolak untuk menyidangkan gugatan yang diajukan oleh atlet kriket

Pengadilan Lahore Tolak Gugatan Mohammad Rizwan Terkait Kasus Judi Daring

LAHORE — Ketua Mahkamah Pengadilan Tinggi Lahore (LHC), Hakim Alia Neelum, secara resmi menolak untuk menyidangkan gugatan yang diajukan oleh atlet kriket nasional Pakistan, Mohammad Rizwan. Gugatan hukum tersebut dilayangkan guna menentang dan membatalkan proses penyelidikan yang diprakarsai oleh Badan Investigasi Kejahatan Siber Nasional atau National Cyber Crime Investigation Agency (NCCIA).

Dalam persidangan yang berlangsung pada Kamis waktu setempat, kuasa hukum Rizwan, Qazi Umair Ali, berargumen di hadapan majelis hakim bahwa pemanggilan terhadap kliennya dilakukan secara melawan hukum. Kendati demikian, Hakim Alia Neelum menolak memproses gugatan tersebut lebih lanjut pada tahap ini dan memerintahkan pihak pemohon untuk mematuhi prosedur administratif terlebih dahulu.

"Pergi dan berikan tanggapan resmi atas surat pemberitahuan tersebut terlebih dahulu," tegas Hakim Alia Neelum saat menginstruksikan tim kuasa hukum Mohammad Rizwan di ruang sidang.

Kronologi Pemanggilan dan Penyelidikan Kasus

Kasus yang menyeret salah satu bintang kriket Pakistan ini bergulir cepat sejak awal bulan. Berikut adalah urutan kejadian penanganan perkara oleh otoritas berwenang:

  1. 8 September: NCCIA menerbitkan surat panggilan resmi bernomor investigasi kepada Mohammad Rizwan untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatan dalam aktivitas promosi serta judi daring (online betting) di lingkungan olahraga kriket Pakistan.
  2. 10 September: Mohammad Rizwan bersama rekan sesama atlet kriket nasional, Imam-ul-Haq, hadir secara langsung memenuhi panggilan NCCIA untuk menjalani proses interogasi awal.
  3. Pasca Pemeriksaan: Merasa dirugikan oleh langkah penegak hukum, Rizwan memutuskan untuk menempuh jalur peradilan dengan mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tinggi Lahore guna membatalkan surat pemanggilan dan menghentikan penyelidikan.
  4. Kamis Persidangan: Ketua Mahkamah LHC menolak mengabulkan permohonan peninjauan dan mengarahkan pemohon untuk merespons surat investigasi NCCIA secara tertulis.

Poin Keberatan dan Argumen Hukum Pihak Rizwan

Dalam berkas petisinya, Mohammad Rizwan mengkritik keras dasar penyelidikan yang dilakukan oleh NCCIA. Ia menilai surat pemanggilan yang diterbitkan instansi tersebut bersifat ambigu, sewenang-wenang, dan dikeluarkan tanpa landasan yurisdiksi hukum yang sah.

Tim kuasa hukum memaparkan sejumlah poin keberatan substantif dalam pembelaannya:

  • Yurisdiksi Undang-Undang: Pihak pemohon menegaskan bahwa judi daring bukanlah tindak pidana terjadwal di bawah regulasi Prevention of Electronic Crimes Act (PECA) 2016 maupun amandemen terbarunya pada 2025.
  • Tuduhan Harassment: Rizwan menilai penyelidikan ini merupakan bentuk ekspedisi spekulatif tanpa bukti konkret (fishing and roving expedition) yang semata-mata bertujuan mencoreng reputasi profesionalnya.
  • Kekhawatiran Tindakan Koersif: Terdapat kekhawatiran nyata atas potensi diterapkannya langkah penegakan hukum yang memaksa, termasuk ancaman penahanan atau penangkapan sepihak oleh penyidik.

Investigasi siber berskala nasional ini pertama kali dipicu oleh laporan resmi yang diajukan oleh Dewan Kriket Pakistan atau Pakistan Cricket Board (PCB) di bawah kepemimpinan Mohsin Naqvi. Langkah PCB melapor ke lembaga kejahatan siber merupakan bagian dari tindakan tegas otoritas olahraga dalam memberantas platform taruhan ilegal yang dinilai kian menyusup ke industri olahraga kriket nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User