Teknologi

PARIS — Sidang Pembunuhan Mantan Bintang Rugbi Federico Aramburú Ungkap Temuan Baru

PARIS — Persidangan kasus pembunuhan mantan bintang rugbi tim nasional Argentina (Los Pumas), Federico Martín Aramburú, memasuki hari ketiga di pengadilan

PARIS — Sidang Pembunuhan Mantan Bintang Rugbi Federico Aramburú Ungkap Temuan Baru

PARIS — Persidangan kasus pembunuhan mantan bintang rugbi tim nasional Argentina (Los Pumas), Federico Martín Aramburú, memasuki hari ketiga di pengadilan Paris, Prancis. Agenda sidang lanjutan ini menghadirkan kesaksian dari aparat kepolisian yang pertama kali tiba di lokasi kejadian, pemaparan bukti forensik, serta rincian mengenai penemuan senjata api yang digunakan untuk menghabisi nyawa sang atlet.

Persidangan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga pekan hingga 25 September tersebut mengungkap kembali menit-menit kritis sebelum kematian Aramburú pada 19 Maret 2022. Suasana ruang sidang sempat diselimuti duka mendalam saat tim penyidik menampilkan dokumentasi foto tempat kejadian perkara (TKP) dan kondisi jenazah korban, yang memaksa istri korban, María, beserta kerabat keluarga meninggalkan ruang sidang.

Kronologi Peristiwa dan Temuan di Tempat Kejadian

Berdasarkan laporan penyidik utama kepolisian di hadapan majelis hakim, insiden berdarah tersebut bermula dari pertikaian di kawasan boulevard Saint-Michel, Paris, sebelum akhirnya berujung pada penembakan fatal. Rangkaian peristiwa tragis tersebut dirangkum dalam linimasa berikut:

  1. Dini Hari, 19 Maret 2022: Terjadi perselisihan verbal antara korban dan kelompok pelaku di sebuah bar di kawasan komersial Paris.
  2. Pengejaran di Boulevard Saint-Michel: Setelah pertikaian sempat dilerai, para pelaku kembali mendatangi korban menggunakan kendaraan dan melepaskan tembakan.
  3. Penembakan Fatal: Aramburú diterjang beberapa proyektil peluru di trotoar jalan utama.
  4. Pukul 06.48 Waktu Setempat: Petugas medis dan kepolisian tiba di lokasi, namun korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah pada organ vital.

Penyidik kepolisian mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di trotoar dengan enam luka tembak di bagian dada dan punggung. Tembakan jarak dekat tersebut langsung merenggut nyawa mantan atlet berusia 42 tahun tersebut di tempat kejadian perkara sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan beberapa luka tembak fatal di bagian dada dan punggung. Kematian dikonfirmasi secara resmi oleh tim medis pada pukul 06.48 pagi," ujar penyidik utama kepolisian dalam kesaksiannya di pengadilan.

Profil Tersangka dan Keterkaitan Kelompok Ekstremis

Dua terdakwa utama dalam persidangan ini adalah Loïk Le Priol dan Romain Bouvier. Keduanya memiliki rekam jejak hubungan erat dengan gerakan mahasiswa sayap kanan ekstrem di Prancis, Groupe Union Défense (GUD). Meski demikian, penyidik menegaskan bahwa penyelidikan difokuskan pada motif eskalasi konflik spontan yang berujung pada tindakan kekerasan bersenjata api.

Selain memeriksa kesaksian para saksi mata yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi, majelis hakim juga mendalami hasil perolehan uji balistik dan senjata yang berhasil disita aparat. Jaksa penuntut umum berupaya membuktikan unsur pembunuhan berencana dan peran spesifik masing-masing terdakwa dalam penembakan brutal yang mengguncang dunia olahraga internasional tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User