Teknologi

NASA Temukan Kawah Baru di Bulan Lebih Besar dari Koloseum

Permukaan Bulan yang tenang dan dipenuhi kawah purba ternyata menyimpan kejutan baru bagi para astronom. Wahana pengorbit milik badan penerbangan dan antar

NASA Temukan Kawah Baru di Bulan Lebih Besar dari Koloseum

Permukaan Bulan yang tenang dan dipenuhi kawah purba ternyata menyimpan kejutan baru bagi para astronom. Wahana pengorbit milik badan penerbangan dan antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil mendeteksi sebuah kawah hantam (impact crater) baru yang terbentuk di satelit alami Bumi tersebut. Fenomena ini merupakan hasil dari benturan benda langit berkecepatan tinggi yang terjadi sekitar dua tahun lalu, namun sempat lolos dari pengamatan hingga citra pemantauan resolusi tinggi terbaru berhasil dianalisis secara mendalam.

Penemuan ini mengonfirmasi bahwa lingkungan antariksa di sekitar Bumi masih sangat aktif dan dinamis. Kawah baru tersebut memiliki ukuran yang sangat masif, bahkan melampaui dimensi salah satu keajaiban arsitektur kuno paling terkenal di Bumi, yaitu Koloseum Roma di Italia. Kejadian benturan yang tak terdeteksi pada saat eksekusi awal menunjukkan betapa luas dan misteriusnya aktivitas di ruang angkasa yang belum sepenuhnya bisa dipantau secara langsung.

Dimensi Fantastis Mengalahkan Bangunan Berjarah

Berdasarkan analisis data geometri yang dirilis oleh tim peneliti NASA, kawah baru ini diperkirakan memiliki lebar atau diameter mencapai 222 meter dengan kedalaman menusuk hingga 43 meter. Jika dibandingkan, struktur monumental Koloseum di Roma hanya memiliki panjang sekitar 189 meter dan tinggi dinding sekitar 48 meter. Hal ini berarti dampak dari hantaman benda angkasa tersebut menciptakan cekungan raksasa yang mampu menampung seluruh bangunan Koloseum di dalamnya dengan menyisakan ruang yang sangat lega.

Objek / Struktur Lebar / Diameter Kedalaman / Tinggi
Kawah Baru Bulan 222 meter 43 meter
Koloseum Roma 189 meter 48 meter

Kedalaman kawah yang mencapai 43 meter tersebut menunjukkan betapa besarnya energi kinetik yang dilepaskan saat objek luar angkasa menabrak permukaan Bulan. Para ahli memperkirakan bahwa meteoroid yang menghantam Bulan berukuran beberapa meter dan melaju dengan kecepatan belasan kilometer per detik. Benturan keras ini cukup untuk melontarkan material regolit dan batuan Bulan hingga berjarak puluhan kilometer dari titik pusat hantaman.

Teknologi Deteksi Wahana Antariksa NASA

Penemuan kawah berukuran raksasa ini tidak lepas dari kecanggihan sistem penginderaan jauh yang terpasang pada wahana antariksa pengorbit NASA. Dengan membandingkan citra permukaan Bulan dari lokasi yang sama yang diambil pada kurun waktu berbeda, para ilmuwan mampu menemukan perbedaan mendasar: hadirnya cekungan hitam baru yang dikelilingi oleh pola lontaran material (ejecta) berwarna terang.

"Keberadaan kawah baru ini memberikan bukti langsung mengenai laju hantaman meteoroid masa kini. Proses pembentukan kawah secara langsung ini sangat langka untuk bisa kita dokumentasikan secara rinci," ungkap salah satu peneliti senior NASA dalam laporan analisisnya.

Pentingnya Pengamatan Bagi Misi Antariksa Masa Depan

Temuan ini tidak hanya penting dari sudut pandang geologi planet, tetapi juga membawa implikasi besar bagi keselamatan eksplorasi manusia di masa depan. Di tengah persiapan berbagai negara untuk membangun pangkalan permanen di Bulan melalui program-program eksplorasi modern seperti Artemis, pemahaman tentang frekuensi dan risiko hantaman meteoroid menjadi hal yang sangat krusial.

Tanpa atmosfer tebal seperti Bumi yang dapat membakar sebagian besar batuan angkasa sebelum menyentuh tanah, Bulan menjadi target terbuka bagi ancaman bahaya kosmik ini. Pengetahuan mengenai lokasi, frekuensi, dan ukuran kawah baru membantu para pakar dalam merancang struktur pelindung habitat serta infrastruktur ruang angkasa agar dapat bertahan dari benturan tak terduga di masa mendatang.

Wahana antariksa NASA mendeteksi kawah baru berdiameter 222 meter dan kedalaman 43 meter akibat benturan meteoroid dua tahun lalu. Ukuran kawah ini bahkan lebih besar dibandingkan Koloseum Roma di Italia. Penemuan ini menjadi catatan penting bagi keselamatan misi antariksa masa depan. Baca selengkapnya hanya di Terdepan.id!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User