Teknologi

Lukisan Berbahan Getah Kopi Karya Dosen ISI Bali Laku Terjual

DENPASAR — Eksplorasi material seni rupa ramah lingkungan mencuri perhatian dalam perhelatan seni bergengsi di Pulau Dewata. Sebuah karya seni lukis bertaj

Lukisan Berbahan Getah Kopi Karya Dosen ISI Bali Laku Terjual

DENPASAR — Eksplorasi material seni rupa ramah lingkungan mencuri perhatian dalam perhelatan seni bergengsi di Pulau Dewata. Sebuah karya seni lukis bertajuk Kali’s Eye 6 yang memanfaatkan getah buah kopi berhasil memikat kolektor dan laku terjual dalam ajang bergengsi Pameran Nasional Bali–Dwipantara Adirupa VI di Nata-Citta Art Space, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Karya monumental berukuran 200 cm x 145 cm tersebut dirancang dengan teknik khusus, yakni coffee fruit sap on canvas. Penggunaan getah buah kopi sebagai medium utama di atas kanvas menunjukkan inovasi visual yang segar sekaligus membuktikan bahwa material organik di sekitar lingkungan dapat dialihwujudkan menjadi karya bernilai artistik serta memiliki nilai ekonomi tinggi.

Kronologi dan Pelaksanaan Pameran Nasional Adirupa VI

Pameran yang menghadirkan dialog estetik antarperupa ini diselenggarakan melalui serangkaian tahapan kurasi ketat hingga pembukaan resmi ruang pameran. Berikut adalah linimasa dan tahapan pelaksanaan kegiatan seni berskala nasional tersebut:

  1. Penjaringan dan Kurasi Karya: Tim kurator yang terdiri atas Arif B. Prasetyo, Warih Witsastana, dan Ni Wayan Idayati melakukan seleksi mendalam terhadap ratusan usulan konsep seni yang masuk dari berbagai daerah.
  2. Penetapan Peserta: Dari proses seleksi tersebut, panitia menetapkan sebanyak 117 karya terpilih dari 147 perupa dan desainer lintas generasi dan disiplin.
  3. Pembukaan Pameran di Nata-Citta Art Space: Seluruh karya dipamerkan secara resmi kepada publik sebagai ruang perjumpaan apresiasi seni rupa Indonesia.
  4. Apresiasi dan Transaksi Karya: Sejumlah karya unggulan, termasuk lukisan berbahan getah kopi karya akademisi ISI Bali, mendapatkan apresiasi tinggi hingga berpindah tangan ke pihak kolektor.

Ruang Apresiasi dan Silaturahmi Perupa Skala Nasional

Ketua Panitia Pameran Nasional Bali–Dwipantara Adirupa VI, Dr. I Putu Arya Janottama, S.Sn., M.Sn., menegaskan bahwa acara ini dirancang sebagai platform kolaboratif untuk mempertemukan pemikiran akademisi internal kampus dengan dinamika praktisi seni rupa dari berbagai penjuru tanah air.

“Pameran ini hadir sebagai ruang apresiasi seni, khususnya bagi seniman luar dan seniman yang ada di ISI Bali dengan skop nasional,” ujar Dr. I Putu Arya Janottama di sela-sela kegiatan pameran di Nata-Citta Art Space, ISI Bali.

Arya menjelaskan, standarisasi sebuah pameran berskala nasional tercermin dari keberagaman geografis para pesertanya, yakni wajib menghadirkan perwakilan seniman dari sedikitnya lima provinsi di Indonesia. Beberapa perupa terkemuka luar daerah yang ikut memamerkan karya visual terbaik mereka antara lain:

  • Adi Sunaryo Tribowo
  • Hartono Hakim
  • Riko Ananta
  • Nunggal Salahuddin

Keberhasilan penjualan lukisan Kali’s Eye 6 menjadi bukti nyata bahwa eksperimentasi medium lokal memiliki daya saing kuat di pasar seni kontemporer. Pameran Bali–Dwipantara Adirupa VI diharapkan terus menjadi barometer perkembangan kreativitas visual serta memicu lahirnya inovasi media artistik baru di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User