JAKARTA — PT LRT Jakarta resmi memulai tahapan uji coba operasional dan simulasi layanan penumpang untuk rute perpanjangan dari kawasan Kelapa Gading menuju Stasiun Sentral Manggarai pada Kamis (10/9/2026). Langkah penting ini menjadi tonggak baru dalam penguatan jaringan transportasi massal berbasis rel di wilayah Daerah Khusus Jakarta.
Perluasan trayek ini menyambungkan lintasan fase 1A eksisting (Pegangsaan Dua–Velodrome) dengan fase 1B (Velodrome–Manggarai). Dengan tersambungnya jalur ini, LRT Jakarta diharapkan mampu menjadi tulang punggung mobilitas komuter dari kawasan timur dan utara Jakarta menuju pusat simpul transit di Jakarta Selatan.
Kronologi dan Tahapan Pelaksanaan Uji Coba
Proses uji coba operasional dilakukan secara komprehensif guna memastikan aspek keamanan, ketepatan sinyal, keandalan armada, dan integrasi sistem tiket berjalan tanpa kendala sebelum dibuka penuh untuk masyarakat umum. Manajemen menerapkan rangkaian tahapan operasional sebagai berikut:
- Tahap Pengujian Teknis dan Persinyalan: Pengujian pergerakan rangkaian kereta (rolling stock) tanpa penumpang guna memvalidasi integrasi sistem persinyalan otomatis dan sinkronisasi pintu peron (Platform Screen Doors).
- Simulasi Beban dan Jadwal: Uji operasional simulasi ritase penuh dengan interval waktu kedatangan antarkereta (headway) sekitar 5 hingga 10 menit pada jam sibuk.
- Uji Coba Layanan Penumpang Terbatas: Melibatkan kelompok uji coba dari pemangku kepentingan dan masyarakat umum secara bergilir untuk mengukur kenyamanan fasilitas stasiun baru.
"Uji coba operasional ini difokuskan pada pemantapan integrasi sarana dan prasarana. Kami memastikan standar keselamatan dan keandalan sistem telah memenuhi sertifikasi kelaikan sebelum melayani seluruh masyarakat secara komersial," ungkap perwakilan manajemen operasional LRT Jakarta.
Integrasi Multimoda di Kawasan Stasiun Manggarai
Kehadiran LRT Jakarta hingga Manggarai memberikan alternatif mobilitas bebas macet dengan efisiensi waktu tempuh yang signifikan. Rute Kelapa Gading menuju Manggarai diproyeksikan hanya memakan waktu sekitar 26 hingga 30 menit.
Stasiun Manggarai diposisikan sebagai simpul perpindahan antarmoda terpadu, memudahkan penumpang berpindah ke berbagai layanan transportasi massal lainnya, antara lain:
- KRL Commuter Line: Lintas Bogor–Jakarta Kota, Cikarang–Kampung Bandan, serta Bandara Soekarno-Hatta.
- Transjakarta: Halte integrasi Manggarai untuk koridor reguler dan bus pengumpan (feeder).
- Layanan Transportasi Aktif: Akses pedestrian ramah pejalan kaki dan pesepeda menuju area perkantoran serta permukiman sekitar.
Peningkatan Kapasitas Angkut dan Aksesibilitas Ibu Kota
Proyek perpanjangan lintasan sepanjang 6,4 kilometer ini mencakup pembangunan sejumlah stasiun strategis di sepanjang koridor Jalan Pemuda, Pramuka, hingga Matraman. Ditargetkan, kapasitas angkut harian LRT Jakarta dapat melonjak hingga puluhan ribu penumpang per hari setelah rute ini beroperasi penuh.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap pengoperasian rute strategis ini dapat secara efektif mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas jalan raya serta menekan emisi karbon, sekaligus mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum yang modern, aman, dan tepat waktu.
Comments (0)