Tim Cek Fakta Liputan6.com berhasil mengungkap fakta di balik video viral yang mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya. Video tersebut diklaim memperlihatkan sang menteri sedang mengumumkan program bantuan dana pensiun bagi masyarakat. Namun, hasil penelusuran membuktikan bahwa informasi itu sepenuhnya palsu dan termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi. Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen Liputan6.com dalam memerangi misinformasi, sejalan dengan sorotan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam wawancara eksklusif yang digelar di Puri Cikeas, Bogor, Jumat (21/2/2025).
Kronologi Kemunculan Video Hoaks
Video yang menjadi objek penelusuran pertama kali muncul di sejumlah grup percakapan dan platform media sosial pada awal Februari 2025. Rekaman berdurasi sekitar dua menit itu menampilkan sosok menyerupai Menkeu Purbaya sedang memberikan keterangan pers. Dalam narasi yang beredar, menteri tersebut diklaim mengumumkan pendaftaran program bantuan dana pensiun sebesar Rp5 juta bagi warga negara berusia di atas 55 tahun.
Berikut kronologi lengkap penyebaran dan penelusuran hoaks tersebut:
- Awal kemunculan (3 Februari 2025): Video pertama kali diunggah oleh akun anonim di platform berbagi video pendek. Akun tersebut menyertakan tautan pendaftaran mencurigakan.
- Penyebaran masif (4–7 Februari 2025): Potongan video viral di WhatsApp, Facebook, dan Telegram, memicu kepanikan dan harapan di kalangan lansia.
- Laporan masyarakat (10 Februari 2025): Tim Cek Fakta Liputan6.com menerima puluhan permintaan verifikasi dari pembaca yang curiga dengan keabsahan video.
- Penelusuran intensif (11–19 Februari 2025): Redaksi melakukan analisis forensik digital, membandingkan dengan arsip video resmi Kemenkeu, serta meminta keterangan ahli.
- Pengungkapan hasil (21 Februari 2025): Liputan6.com merilis laporan cek fakta bersamaan dengan wawancara eksklusif SBY yang membahas bahaya hoaks.
Hasil Penelusuran dan Temuan Kunci
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan sejumlah kejanggalan yang mengonfirmasi bahwa video tersebut adalah rekayasa. Pertama, tidak ada satu pun rilis resmi dari Kementerian Keuangan atau Sekretariat Kabinet yang mengumumkan program bantuan dana pensiun semacam itu pada periode tersebut. Kedua, dari sisi visual, tim mendeteksi adanya ketidakwajaran pada gerakan bibir dan sinkronisasi suara, yang mengindikasikan penggunaan teknologi deepfake.
Ketiga, tautan pendaftaran yang disebarkan bersama video mengarah ke laman phishing yang meminta data pribadi seperti nomor induk kependudukan (NIK), nama ibu kandung, dan informasi rekening. Keempat, potongan suara yang digunakan dalam video cocok dengan rekaman pidato lama sang menteri di acara yang berbeda, yang kemudian disunting dan diubah nadanya menggunakan perangkat lunak AI.
“Setelah melakukan verifikasi menyeluruh, kami menyimpulkan video Menkeu Purbaya yang mengumumkan bantuan dana pensiun adalah hoaks. Masyarakat diminta tidak mengklik tautan mencurigakan dan segera melapor jika sudah terlanjur mengisi data,” ujar Juru Bicara Tim Cek Fakta Liputan6.com.
Data Penting yang Terkonfirmasi
- Status video: Konten manipulatif berbasis AI (deepfake).
- Tujuan hoaks: Phishing data pribadi dan penipuan dengan modus biaya administrasi pendaftaran.
- Platform sebaran tertinggi: WhatsApp (42%), Facebook (33%), TikTok (25%).
- Korban potensial teridentifikasi: 127 warga lansia di Jawa Barat dan Jawa Tengah sempat mengisi data di tautan palsu sebelum ada peringatan resmi.
Wawancara Eksklusif SBY: Soroti Bahaya Misinformasi
Pada hari yang sama dengan publikasi cek fakta, tim Liputan6.com berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/2/2025). Dalam perbincangan tersebut, SBY menyoroti masifnya penyebaran hoaks yang tidak hanya menyerang individu tokoh, tetapi juga meresahkan masyarakat dan menggerogoti kepercayaan terhadap institusi negara.
SBY menekankan, hoaks yang mencatut nama pejabat tanpa konfirmasi telah menjadi senjata berbahaya di era digital. Ia mendorong media kredibel seperti Liputan6.com untuk terus menjalankan fungsi pengawasan dan klarifikasi.
“Saya prihatin dengan maraknya berita bohong yang menggunakan nama tokoh atau pejabat, karena itu dapat memanipulasi opini publik dan menyebabkan keresahan. Masyarakat perlu dibekali literasi digital agar tidak mudah terjebak,” kata SBY dalam wawancara eksklusif tersebut.
Mantan Presiden juga mengapresiasi gerakan cek fakta yang digalakkan berbagai media, sembari mengingatkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan jurnalis adalah kunci untuk memutus rantai hoaks. Ia mencontohkan kasus video Menkeu Purbaya yang baru saja dibongkar Liputan6.com sebagai bukti bahwa kejelian verifikasi dapat menyelamatkan ribuan orang dari kerugian material dan psikologis.
Tindakan Lanjutan dan Imbauan
Pasca-publikasi cek fakta, Liputan6.com mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi yang beredar melalui saluran resmi. Bagi warga yang telah terlanjur mengisi data pada tautan palsu, diimbau segera menghubungi layanan perbankan terkait dan melapor ke patrolisiber.id. Kemenkominfo juga telah mengambil langkah pemutusan akses terhadap konten serupa dan berkoordinasi dengan penyedia platform untuk menurunkan video hoaks.
Masyarakat dapat berkontribusi dengan melaporkan konten mencurigakan melalui fitur ‘Laporkan’ di setiap platform atau langsung ke saluran WhatsApp resmi Cek Fakta Liputan6.com.
[SOCIAL_TWEET]: Liputan6.com bongkar hoaks video Menkeu Purbaya sebar info bantuan dana pensiun. SBY soroti bahaya misinformasi dan ajak masyarakat perkuat literasi digital. Jangan klik tautan mencurigakan! #CekFakta #AntiHoaks #LiterasiDigital[SOCIAL_TG]: 🔍 Liputan6.com ungkap hoaks dana pensiun catut nama Menkeu Purbaya! Videonya hasil deepfake. 🚫 Jangan beri data pribadi. SBY dalam wawancara eksklusif: “Masyarakat perlu literasi digital.”
Comments (0)