Teknologi

Kaesang Ajak Anak Disabilitas Nonton Film Istimewa di Jakarta

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menghadiri acara nonton bareng (nobar) film berjudul "Istimewa" yang

Kaesang Ajak Anak Disabilitas Nonton Film Istimewa di Jakarta

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menghadiri acara nonton bareng (nobar) film berjudul "Istimewa" yang digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Minggu malam (27/9). Acara tersebut bukan sekadar penayangan film biasa, melainkan wujud kepedulian partai terhadap kelompok anak-anak disabilitas yang selama ini kerap terpinggirkan dari ruang publik hiburan.

Dalam kegiatan itu, sejumlah anak berkebutuhan khusus tampak hadir didampingi orang tua dan pendamping. Suasana ruang bioskop dipenuhi keceriaan sekaligus haru. Film "Istimewa" sendiri mengangkat kisah perjuangan anak-anak luar biasa yang mampu menunjukkan prestasi di tengah keterbatasan. Momen ini menjadi simbol bahwa ruang inklusi harus terus diperjuangkan, bukan hanya di sekolah atau fasilitas umum, tetapi juga di tempat hiburan seperti bioskop.

Nobar sebagai Ruang Inklusi Sosial

Kaesang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PSI untuk mendorong kesetaraan akses bagi semua kalangan. Menurutnya, anak-anak disabilitas berhak menikmati pengalaman menonton film di bioskop tanpa rasa takut atau diskriminasi.

"Kami ingin anak-anak ini merasa istimewa, bukan karena kekurangannya, tapi karena kelebihan dan semangat mereka. Acara ini sederhana, tapi harapannya bisa jadi langkah kecil untuk membangun kesadaran kolektif," ujar Kaesang di sela acara.

Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak disabilitas. Menurut data Kementerian Sosial, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai lebih dari 22 juta jiwa, dan sekitar 10 persennya adalah anak-anak. Namun, akses terhadap hiburan ramah disabilitas masih sangat terbatas. Belum banyak bioskop di Indonesia yang menyediakan fasilitas seperti kursi roda, jalur pemandu, atau audio deskripsi untuk penonton tunanetra.

PSI dan Agenda Kepedulian Sosial

Langkah PSI menggelar nobar bersama anak disabilitas dinilai sebagai bagian dari strategi membangun citra partai yang inklusif. Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Ratna Wulandari, menilai kegiatan semacam ini punya dampak positif jangka panjang.

"Partai politik punya kekuatan untuk mengubah narasi sosial. Ketika mereka menyentuh kelompok marginal, itu bukan hanya pencitraan, tapi bisa menjadi preseden bagi kebijakan publik yang lebih ramah disabilitas," ujar Ratna.

Meski demikian, tantangan terbesar tetap pada implementasi kebijakan. Selama ini, regulasi tentang aksesibilitas masih sering diabaikan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sebenarnya mengamanatkan pemenuhan hak akses, termasuk di ruang publik dan fasilitas hiburan. Namun, pengawasan di lapangan masih lemah.

Aspek Kondisi Ideal Realita Lapangan
Akses bioskop Ramah kursi roda & audio deskripsi Masih terbatas di kota besar
Ruang publik Jalur pemandu & toilet disabilitas Belum merata
Kesadaran sosial Masyarakat inklusif Masih ada stigma

Harapan dan Langkah Lanjutan

Acara nobar ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemberian cendera mata kepada anak-anak. Kaesang berjanji akan mendorong program serupa secara berkelanjutan, tidak hanya sekadar agenda musiman. Ia juga mengajak partai lain untuk ikut serta membangun ekosistem yang ramah disabilitas.

Kesimpulannya, kegiatan nonton bareng film "Istimewa" bersama anak disabilitas menjadi cermin bahwa politik bisa hadir dengan wajah humanis. Namun, tanpa kebijakan yang berpihak dan pengawasan ketat, momen seperti ini hanya akan menjadi seremonial belaka. Sudah saatnya ruang publik benar-benar menjadi milik semua orang, tanpa terkecuali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User