Bisnis

JAKARTA — Pramono Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 14 Persen

Di tengah gemerlap gedung-gedung pencakar langit dan percepatan modernisasi Ibu Kota, persoalan kesehatan masyarakat di garis bawah masih menjadi pekerjaan

JAKARTA — Pramono Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 14 Persen

Di tengah gemerlap gedung-gedung pencakar langit dan percepatan modernisasi Ibu Kota, persoalan kesehatan masyarakat di garis bawah masih menjadi pekerjaan rumah mendesak yang membutuhkan perhatian serius. Penanganan kasus tengkes atau stunting pada anak usia dini kini menjadi salah satu pilar utama pembangunan sumber daya manusia di DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara tegas menyatakan komitmennya untuk mengikis angka tengkes secara signifikan demi memastikan generasi mendatang memiliki daya saing yang optimal.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memancangkan target ambisius untuk menekan prevalensi stunting yang saat ini berada di rata-rata 17 persen agar bisa turun hingga mencapai angka 14 persen. Langkah ini diambil sejalan dengan agenda nasional percepatan penurunan stunting yang diamanatkan oleh pemerintah pusat. Pemprov menyadari bahwa kegagalan dalam menangani gizi buruk di masa usia emas anak akan berdampak jangka panjang pada tingkat kecerdasan dan produktivitas warga Jakarta di masa depan.

Ambisi Menekan Tengkes di Megapolitan

Penurunan angka stunting sebesar tiga persen poin di wilayah metropolitan berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa bukanlah tugas yang ringan. Meskipun Jakarta memiliki fasilitas kesehatan paling lengkap di Indonesia, ketimpangan ekonomi dan minimnya edukasi gizi masih menjadi hambatan utama. Banyak keluarga pra-sejahtera di permukiman padat penduduk yang masih kesulitan mengakses makanan bergizi seimbang serta sanitasi lingkungan yang layak.

"Kita tidak bisa membiarkan anak-anak Jakarta tumbuh tanpa nutrisi yang memadai. Penurunan target dari 17 persen menjadi 14 persen adalah fokus utama yang harus diwujudkan melalui kerja keras seluruh jajaran dinas terkait," tegas Pramono Anung saat memberikan pengarahan kebijakan kesehatan daerah.

Strategi Intervensi Gizi dan Penguatan Posyandu

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah merumuskan berbagai intervensi terintegrasi. Fokus utama diarahkan pada penguatan fungsi Pusat Pelayanan Terpadu (Posyandu) serta Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di tingkat kelurahan dan kecamatan. Kader-kader Posyandu dikerahkan untuk melakukan pendataan menyeluruh, memantau tumbuh kembang balita secara berkala, serta membagikan makanan tambahan bergizi (PMT) bagi ibu hamil dan anak berisiko tinggi.

Selain bantuan pangan langsung, program edukasi pola asuh dan pemenuhan gizi seimbang bagi para orang tua muda juga digalakkan secara masif. Keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terus dipacu untuk memperluas jangkauan intervensi gizi protektif.

Indikator Program Capaian Saat Ini Target Penurunan Fokus Intervensi Utama
Prevalensi Stunting 17% 14% Pemberian Pangan Tambahan & Edukasi Gizi Ibu Hamil
Akses Sanitasi Layak 82% 90% Bedah Rumah & Septic Tank Komunal
Pemantauan Posyandu 75% Balita 95% Balita Digitalisasi Pendataan Balita Terpadu

Tantangan Lapangan dan Kolaborasi Lintas Sektor

Upaya percepatan ini menuntut sinkronisasi data yang presisi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP), serta Kementerian Kesehatan. Verifikasi data by name by address menjadi sangat krusial agar bantuan serta penyuluhan gizi tepat sasaran. Masalah seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya pemberian ASI eksklusif dan tingginya konsumsi makanan olahan rendah nutrisi pada keluarga berpenghasilan rendah menjadi tantangan yang harus diurai secara bertahap.

Keberhasilan memangkas angka stunting hingga 14 persen tidak hanya akan memperbaiki indikator kesehatan daerah, tetapi juga menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah dalam merawat warganya. Pemprov DKI optimistis, dengan kerja kolaboratif lintas sektor, target penurunan tengkes ini dapat tercapai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User