Teknologi

JAKARTA — Prabowo Perintahkan TNI AL Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali untuk segera menerjunkan kekuatan penuh guna melakuk

JAKARTA — Prabowo Perintahkan TNI AL Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali untuk segera menerjunkan kekuatan penuh guna melakukan pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap 5 orang jurnalis dan 3 kru kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Rombongan wartawan tersebut hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Senin malam.

Instruksi tegas dari Kepala Negara ini disampaikan melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Menurut pihak Istana Kepresidenan, koordinasi darurat langsung dilakukan sesaat setelah laporan hilangnya kontak rombongan kapal pencari informasi tersebut diterima oleh otoritas keselamatan perairan.

"Sejak rombongan lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak sejak Senin malam, Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya di Jakarta.

Mobilisasi Belasan Kapal Perang dan Armada Gabungan

Menindaklanjuti perintah Presiden, TNI Angkatan Laut langsung menggerakkan armada gabungan ke kawasan Selat Sunda. Operasi pencarian berskala besar ini melibatkan 11 kapal gabungan yang terdiri dari Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI AL, kapal penyelamat dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta armada dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Operasi penyisiran difokuskan pada titik koordinat terakhir saat kapal yang membawa rombongan media tersebut memancarkan sinyal lokasi, serta memperhitungkan dinamika arus laut di Selat Sunda yang dikenal cukup ekstrem dan berubah-ubah.

Kronologi dan Perkembangan Operasi SAR Hari Ketiga

  1. Senin Malam: Rombongan yang terdiri dari 5 jurnalis dan 3 kru kapal bertolak menuju perairan Gunung Anak Krakatau untuk meliput perkembangan aktivitas vulkanik. Kontak komunikasi terakhir tercatat pada malam hari sebelum sinyal navigasi terputus secara misterius.
  2. Selasa Pagi: Laporan resmi mengenai hilangnya kontak kapal diterbitkan oleh otoritas pelabuhan setempat. Presiden Prabowo Subianto yang menerima laporan tersebut langsung memberikan instruksi khusus kepada KSAL.
  3. Rabu: Mobilisasi armada gabungan ditingkatkan hingga menyentuh angka 11 kapal laut, didukung helikopter pengintai untuk memindai wilayah perairan dari udara.
  4. Kamis (Hari Ketiga): Tim SAR gabungan mulai menyisir zona bahaya yang berdekatan langsung dengan kawah vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa kondisi cuaca serta dinamika aktivitas vulkanik menjadi tantangan utama yang dihadapi petugas di lapangan. Tim SAR berencana memperluas radius penyisiran hingga 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau, selama tingkat keselamatan vulkanik dinilai aman bagi personel.

"Penyisiran di sekitar Gunung Anak Krakatau dilakukan dengan perhitungan risiko yang matang mengingat potensi bahaya erupsi susulan masih terus membayang," tegas Al Amrad saat mengonfirmasi teknis penyisiran.

Matriks Data Operasi Pencarian

Parameter Operasi Rincian Data
Jumlah Korban Hilang 8 Orang (5 Jurnalis, 3 Kru Kapal)
Lokasi Terakhir Kontak Perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda
Armada Dikerahkan 11 Kapal Gabungan (TNI AL, Basarnas, Polri)
Radius Penyisiran Maksimal Hingga 3 Kilometer dari kawah aktif
Status Operasi Hari Ke-3 (Penyisiran Zona Bahaya Vulkanik)

Prioritas Keselamatan Insan Pers

Pemerintah mengimbau masyarakat luas untuk turut memberikan doa bagi keselamatan seluruh jurnalis dan kru kapal yang bertugas, serta bagi kelancaran seluruh tim penyelamat di lapangan. Istana menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan operasi SAR ini hingga seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Kehadiran para jurnalis di zona rawan bencana merupakan bentuk dedikasi informasi bagi publik. Oleh karena itu, keselamatan pekerja media dalam tugas berisiko tinggi ini mendapatkan perhatian khusus langsung dari pimpinan tertinggi negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User