Bisnis

JAKARTA — CapCut Gelar AI Content Fest Bahas Masa Depan Kreativitas Digital

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kian mengubah lanskap industri kreatif dan pembuatan konten digital secara signifikan

JAKARTA — CapCut Gelar AI Content Fest Bahas Masa Depan Kreativitas Digital

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kian mengubah lanskap industri kreatif dan pembuatan konten digital secara signifikan di Indonesia. Gna merespons fenomena tersebut, platform penyuntingan video terkemuka CapCut menggelar acara puncak CapCut AI Content Fest yang berlangsung meriah di Jakarta pada Jumat (11/9/2026). Ajang ini menjadi wadah berhimpun bagi para pembuat konten, praktisi industri, serta pengembang teknologi untuk mengeksplorasi potensi besar integrasi AI dalam proses produksi media visual masa kini.

Kronologi Puncak Acara CapCut AI Content Fest 2026

Rangkaian kegiatan puncak acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut dirancang secara sistematis untuk memberikan wawasan mendalam mengenai adopsi kecerdasan buatan. Berikut adalah urutan kejadian selama gelaran berlangsung:

  1. Registrasi dan Pameran Fitur AI (09.00 WIB): Para peserta dan undangan meninjau berbagai booth interaktif yang menampilkan teknologi pengolahan video berbasis AI terbaru dari CapCut, mulai dari generator avatar hingga pemrosesan efek visual otomatis.
  2. Sesi Pembukaan dan Keynote Speech (10.30 WIB): Perwakilan manajemen CapCut Indonesia memaparkan statistik pertumbuhan pengguna serta tren adopsi alat bantu AI di kawasan Asia Tenggara yang meningkat pesat.
  3. Diskusi Panel Utama (14.00 WIB): Sesi inti yang menghadirkan Jessica Wowor beserta sejumlah pakar industri media digital untuk membahas efisiensi, etika, dan estetika konten berbasis kecerdasan buatan.
  4. Pengumuman Pemenang Kompetisi Konten (16.30 WIB): Penutupan acara ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pembuat konten terbaik yang berhasil memanfaatkan fitur AI secara inovatif dan edukatif.

Dalam sesi diskusi panel utama, Jessica Wowor menyoroti bagaimana kehadiran alat bantu kecerdasan buatan telah mendemokratisasi proses pembuatan konten bagi masyarakat luas. Menurut penjelasannya, hambatan teknis yang dulu kerap dihadapi oleh para kreator pemula kini dapat teratasi dengan mudah berkat otomatisasi penyuntingan, pemrosesan audio yang presisi, hingga rendering efek visual yang digerakkan oleh algoritma cerdas.

"Pemanfaatan kecerdasan buatan bukan bertujuan untuk menggantikan peran dan kreativitas manusia, melainkan menjadi katalis yang mempercepat alur kerja. Kreator kini dapat lebih fokus pada eksplorasi ide cerita dan konsep naratif, sementara tugas-tugas teknis yang repetitif dapat diselesaikan oleh algoritma dalam hitungan detik," ujar Jessica Wowor di hadapan ratusan peserta diskusi panel.

Transformasi Industri Kreatif Digital Lewat Kecerdasan Buatan

Penggunaan fitur AI dalam aplikasi penyuntingan seperti CapCut tercatat mengalami peningkatan pesat dalam tiga tahun terakhir. Data internal industri menunjukkan bahwa lebih dari 65 persen pengguna aktif kini memanfaatkan setidaknya satu fitur berbasis kecerdasan buatan dalam setiap proyek video yang mereka hasilkan. Fitur-fitur seperti pembuat teks otomatis (auto-caption), penghapus latar belakang instan, hingga pengubah suara berbasis AI menjadi instrumen yang paling banyak diakses oleh komunitas kreator di Indonesia.

Selain efisiensi waktu, integrasi kecerdasan buatan juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi ekosistem media digital. Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pemasar digital kini memanfaatkan kemudahan ini untuk memproduksi materi promosi berkualitas tinggi tanpa harus mengeluarkan biaya produksi yang besar.

  • Efisiensi Waktu Produksi: Pengurangan waktu penyuntingan hingga 50 persen dibandingkan metode konvensional.
  • Peningkatan Kualitas Visual: Akses ke fitur pemroses warna dan efek visual kelas profesional secara terjangkau.
  • Skalabilitas Konten: Memungkinkan kreator independen menghasilkan volume konten yang lebih konsisten setiap harinya.

Puncak acara CapCut AI Content Fest di Jakarta ini ditutup dengan komitmen dari pihak penyelenggara untuk terus mengembangkan ekosistem edukasi kecerdasan buatan bagi para kreator di tanah air. Melalui serangkaian lokakarya dan kompetisi yang berkelanjutan, CapCut berharap dapat mencetak generasi pembuat konten yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

Platform penyuntingan video CapCut sukses menggelar CapCut AI Content Fest pada Jumat (11/9/2026). Dalam sesi diskusi panel, Jessica Wowor menekankan bahwa teknologi AI hadir bukan untuk menggantikan manusia, melainkan mempercepat proses kreatif. Baca berita selengkapnya di Terdepan.id!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS suwandi-tan

Editor Olahraga. Mantan jurnalis olahraga cetak. Meliput Piala Dunia 3 edisi.

Comments (0)

User