Bisnis

IHSG Ditutup Menguat ke 6.462, 384 Saham Catatkan Kenaikan

JAKARTA, Terdepan.id — Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan sesi sore Kamis (17/9). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berh

IHSG Ditutup Menguat ke 6.462, 384 Saham Catatkan Kenaikan

JAKARTA, Terdepan.id — Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan sesi sore Kamis (17/9). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan ditutup menguat sebesar 0,4 persen, membawa indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ini parkir pada posisi 6.462. Kenaikan ini menghentikan tren konsolidasi tipis yang sempat terjadi pada awal pekan, sekaligus menandai kembalinya gairah investor di pasar keuangan domestik.

Sepanjang hari perdagangan, aktivitas transaksi berlangsung relatif dinamis dengan dominasi posisi beli pada mayoritas sektor. Pergerakan positif ini ditopang oleh aksi borong saham yang meluas di berbagai lapisan emiten, baik saham berkapitalisasi besar (big cap) maupun saham lapis kedua (second liner).

Dinamika Perdagangan dan Urutan Pergerakan Indeks

Laju IHSG sepanjang perdagangan hari ini menunjukkan grafik yang cenderung menanjak sejak pembukaan pembukuan pasar. Berikut adalah rekapitulasi kronologis perjalanan IHSG hingga penutupan perdagangan sore:

  1. Sesi Pembukaan (09.00 WIB): IHSG dibuka di zona hijau dengan menguat 0,15 persen ke level 6.446, didorong oleh sentimen positif bursa regional Asia yang dibuka bervariasi cenderung menguat.
  2. Pertengahan Sesi I (11.30 WIB): Indeks sempat mengalami tekanan aksi ambil untung (profit taking) singkat, namun dorongan beli pada saham-saham perbankan membendung penurunan lebih jauh sehingga IHSG bertahan di 6.455 saat jeda siang.
  3. Sesi Penutupan (16.00 WIB): Aksi beli berlanjut di sesi kedua, didorong oleh masuknya arus modal asing (foreign inflow). IHSG mengakhiri perdagangan di level tertinggi harian pada 6.462, naik 0,4 persen.

Secara statistik, luasnya penguatan pasar tercermin dari dominasi emiten yang mencatatkan kenaikan harga. Sebanyak 384 saham terpantau menguat, sementara 185 saham mengalami koreksi, dan 142 saham bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya.

Indikator Pasar Capaian Perdagangan Keterangan Statistik
Posisi Penutupan IHSG 6.462 Menguat 0,4%
Jumlah Saham Menguat 384 Saham Dominasi Zona Hijau
Jumlah Saham Melemah 185 Saham Tekanan Terbatas
Jumlah Saham Stagnan 142 Saham Tanpa Perubahan
Total Transaksi Pasar 22,4 Miliar Saham Likuiditas Tinggi

Analisis Faktor Penggerak dan Sentimen Pasar

Penguatan indeks hari ini tidak lepas dari kombinasi sentimen internal dan eksternal yang memberikan katalis positif bagi para pelaku pasar. Sektor perbankan, infrastruktur, dan barang konsumsi menjadi penopang utama laju IHSG pada perdagangan sesi ini.

"Kenaikan IHSG hingga mencapai level 6.462 merupakan respons wajar pasar terhadap rilis data makroekonomi domestik yang solid serta ekspektasi kebijakan moneter yang kondusif. Masuknya kembali dana asing menjadi indikator kuat kembalinya kepercayaan investor," ujar pengamat pasar modal dalam keterangannya.

Menanggapi dinamika pasar terkini, Analis Senior Pasar Keuangan Terdepan.id, Ratna Sari, menyampaikan bahwa penguatan pasar modal Indonesia tercapai di tengah ketidakpastian iklim ekonomi global. "Pasar merespons positif langkah kebijakan yang diambil oleh regulator pasar modal dan Bank Indonesia yang tetap menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah. Dengan ditutupnya 384 saham di zona hijau, ini menandakan bahwa reli tidak hanya terjadi pada saham-saham berkapitalisasi jumbo, melainkan juga menyebar ke sektor riil secara lebih merata," ungkap Ratna Sari dalam analisis harian.

Prospek Pergerakan IHSG untuk Perdagangan Mendatang

Secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus dan bertahan di atas level psikologis 6.450 memberikan sinyal positif bagi keberlanjutan tren penguatan (bullish) dalam jangka pendek. Pelaku pasar kini mencermati level resisten berikutnya yang berada pada rentang 6.490 hingga 6.510.

Para pemodal diimbau untuk tetap mencermati pergerakan nilai tukar serta rilis data kinerja keuangan emiten kuartal berjalan. Strategi buy on weakness pada saham-saham berfundamental kuat dengan rasio valuasi yang masih terjangkau disarankan menjadi fokus utama dalam menghadapi potensi fluktuasi harga di sesi perdagangan akhir pekan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User