SYDNEY — Mantan perdana menteri New South Wales Dominic Perrottet kembali terseret ke pusat perhatian publik Australia setelah iparnya, Anita Perrottet, tampil memberikan keterangan di hadapan Independent Commission Against Corruption (Icac) pada Rabu. Dalam persidangan yang berlangsung tertutup untuk media sebagian, Anita menolak keras tuduhan bahwa ia berbohong di bawah sumpah demi melindungi suaminya, Charles Perrottet, dalam kasus dugaan donasi ilegal.
Anita, yang menikah dengan adik Dominic Perrottet, menghadapi pertanyaan sengit dari penasihat Dewan mengenai ratusan ribu dolar Australia yang masuk ke rekeningnya. Ia bersikeras bahwa seluruh pembayaran tersebut merupakan imbalan yang sah atas jasa konsultansi yang ia berikan.
Keterangan Inti: "Nasihat Strategis dan Pemasaran"
Di tengah interogasi panjang, Anita Perrottet menyatakan bahwa pembayaran senilai ratusan ribu dolar yang diterimanya adalah bayaran atas "nasihat strategis dan pemasaran" yang ia berikan kepada pihak-pihak terkait. Penegasan ini menjadi kunci pembelaannya setelah penyelidik mencurigai adanya aliran dana yang sebenarnya digunakan untuk menyamarkan donasi politik ilegal.
Penasihat Dewan menyoroti kemungkinan bahwa Anita ditempatkan dalam situasi sulit — terjepit antara kesaksian yang jujur atau melindungi suaminya yang menjadi sasaran penyelidikan. Namun Anita menolak framing tersebut. Ia membanteh telah berada dalam "situasi mustahil" sebagaimana dikemukakan sang penasihat, dan menegaskan tidak ada kebohongan dalam keterangannya di bawah sumpah.
"Saya tidak berbohong. Pembayaran itu adalah untuk pekerjaan nasihat strategis dan pemasaran yang benar-benar saya lakukan," tegas Anita di depan komisi.
Kesaksian ini merupakan kelanjutan dari persidangan yang semakin memanas. Pada 24 Agustus, pengadilan sempat dibuat heboh dengan pengungkapan sebuah rekaman rahasia yang melibatkan Charles Perrottet, memperdalam teka-teki seputar pergerakan dana kampanye yang kini diselidiki komisi antikorupsi tersebut.
Latar Belakang Kasus: Jejak Donasi Ilegal
Penyelidikan Icac ini berfokus pada dugaan praktik donasi politik yang melanggar aturan pendanaan kampanye di New South Wales. Aturan di negara bagian itu termasuk yang paling ketat di Australia, dengan larangan donasi dari developer properti serta batas ketat atas kontribusi politik.
Dominic Perrottet sendiri menjabat sebagai premier New South Wales periode 2021 hingga 2023 sebelum koalisi Liberal-Nasional yang dipimpinnya kalah dalam pemilihan negara bagian. Meski tidak langsung menjadi terdakwa dalam tahap ini, keterlibatan anggota keluarganya menjadikan penyelidikan ini sarat muatan politis.
Berikut ringkasan posisi para pihak dalam penyelidikan:
| Pihak | Peran | Posisi |
|---|---|---|
| Anita Perrottet | Saksi / istri Charles | Membantah berbohong; klaim bayaran konsultansi sah |
| Charles Perrottet | Terduga penerima donasi | Terkait rekaman rahasia yang diungkap 24 Agustus |
| Icac NSW | Komisi penyelidik | Menyidik dugaan donasi ilegal |
| Dominic Perrottet | Mantan Premier NSW | Iparnya bersaksi; sorotan politis meningkat |
Analisis: Implikasi Politik dan Hukum
Secara analitis, kesaksian Anita Perrottet membuka dua kemungkinan besar yang akan menentukan arah penyelidikan. Pertama, jika bukti dokumen dan aliran dana mendukung klaim jasa konsultansi, maka tuduhan penyamaran donasi ilegal melemah. Kedua, jika penyelidik mampu menunjukkan bahwa pekerjaan "nasihat strategis" tersebut nyata-nyata tidak dilakukan atau nilainya tidak proporsional, maka skema penyamaran dana bisa terbongkar.
- Agustus 2026 awal — Penyelidikan Icac dimulai dengan fokus pada dugaan donasi ilegal.
- 24 Agustus — Pengungkapan rekaman rahasia yang melibatkan Charles Perrottet menghebohkan persidangan.
- Rabu (26 Agustus) — Anita Perrottet bersaksi, menolak tuduhan berbohong di bawah sumpah.
- Selanjutnya — Komisi dijadwalkan memanggil saksi tambahan dan menguji bukti finansial.
Pengamat hukum tata negara Australia menilai kasus ini menguji kredibilitas mekanisme antikorupsi di tingkat negara bagian. "Ketika anggota keluarga pejabat tinggi terlibat dalam aliran dana kampanye, integritas sistem pendanaan politik dipertaruhkan. Icac harus membuktikan bahwa tak seorang pun berada di atas hukum," ujar seorang pakar hukum konstitusi yang dimintai komentarnya.
Dari sisi politis, dampaknya bagi Partai Liberal tidak dapat diabaikan. Kasus antikorupsi yang melibatkan lingkaran dekat mantan pemimpin partai berpotensi menggerus kepercayaan publik menjelang siklus pemilihan berikutnya, apalagi jika temuan akhir Icac memuat temuan koruptif.
Hingga kabar ini diturunkan, belum ada tuntutan yang dicabutkan terhadap siapa pun. Persidangan Icac masih akan berlanjut dengan jadwal keterangan saksi lanjutan dalam beberapa hari ke depan. Publik Australia kini menunggu apakah versi Anita tentang "nasihat strategis dan pemasaran" akan bertahan di bawah uji bukti finansial yang lebih telanjang.
[SOCIAL_TWEET]: Ipar mantan Premier NSW Dominic Perrottet menolak tuduhan berbohong di bawah sumpah dalam sidang Icac soal donasi ilegal. Anita Perrottet klaim ratusan ribu dolar itu bayaran "nasihat strategis dan pemasaran". #Icac #Australia[SOCIAL_TG]: 🔴 SIDANG ICAC MEMANAS — Anita Perrottet, ipar mantan Premier NSW Dominic Perrottet, menolak tuduhan berbohong di bawah sumpah dalam kasus dugaan donasi ilegal. Ia klaim ratusan ribu dolar yang diterimanya adalah bayaran "nasihat strategis dan pemasaran". Baca kronologi lengkapnya di Terdepan.id.
Comments (0)