MADRID — Suara peluit panjang di Riyadh Air Metropolitano, Minggu malam waktu setempat, 20 September 2026, menutup sebuah pertandingan yang penuh tekanan, provokasi, dan akhirnya kelegaan. Atletico Madrid menang 2-1 atas Real Madrid dalam lanjutan La Liga, hasil yang mengangkat Los Rojiblancos ke puncak sementara dengan 16 poin, unggul satu angka dari rival sekotanya yang tertahan di 15 poin.
Nama yang paling menonjol malam itu adalah penyerang asal Kanada, Jonathan David. Pemain bernomor punggung 15 itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-59 — gol keduanya secara beruntun, dan yang pertama dalam kariernya di panggung derbi Madrid. Gol tersebut lahir dari umpan rendah silang Giuiliano Simeone yang menembus garis pertahanan Real, dan dengan tenang David menyundulnya dari jarak enam meter melewati kiper Thibaut Courtois.
Pekan Istimewa yang Dijadikan Pesta
Menjelang laga, pelatih Atletico Diego Simeone menyebut ini sebagai pekan istimewa di Madrid, dengan "energi luar biasa dari kota". Ia mengaku menikmati balapan Formula One dan konser Shakira, tetapi kemenangan ini, katanya, lebih ia nikmati dari keduanya. Jan Oblak, kiper Atletico, merangkum suasana dengan lebih lugas.
"Banyak hal terjadi di kota, tetapi hanya inilah yang benar-benar penting di benak saya dan di benaknya."
Bagi Real Madrid, ini adalah derbi pertama sejak kembalinya Jose Mourinho ke kursi kepelatihan, dan hasilnya berakhir dengan kekalahan serta keluhan. Duel ini juga menjadi pertemuan pertama kembali antara Mourinho dan Simeone di derbi setelah 13 tahun — terakhir saat Atletico menjuarai Piala di Santiago Bernabeu.
Babak Pertama: Panas Tanpa Gol
Paruh pertama berjalan tanpa gol, namun jauh dari membosankan. Butuh 20 menit untuk tembakan pertama, ketika Aurelien Tchouameni melepas bola dari luar kotak penalti. Baru pada menit ke-39 upaya jarak jauh Arda Guler memaksa Oblak melakukan penyelamatan pertama. Sementara itu, wasit Miguel Angel Ortiz kesulitan mengendalikan tensi: Arda Guler memprotes pelanggaran Alex Baena, membalasnya dengan pelanggaran, dan Simeone menerima kartu kuning dari bangku cadangan.
Momen paling dramatis di babak pertama justru bukan soal bola. Jude Bellingham dihukum kartu kuning setelah melanggar Cristian Romero, namun setelah tinjauan VAR keputusan dibatalkan — kuning diambil dari Bellingham dan diberikan kepada Romero. Kedua tim merasa dirugikan, dan ketegangan terus memanas hingga turun minum, ketika pelatih kiper Atletico dan asisten Real Madrid sama-sama diusir dari area teknis.
Kartu Merah Huijsen yang Mengubah Segalanya
Babak kedua baru berjalan semenit, tepatnya pada menit ke-52, ketika segalanya berbalik. Bola panjang David Hancko menemukan lari Giuiliano Simeone di dalam kotak penalti, dan bek muda Real Madrid Dean Huijsen menjatuhkannya. Ortiz menunjuk titik putih, lalu dipanggil layar VAR — bukan untuk membatalkan penalti, melainkan untuk mengubah warna kartu. Huijsen diusir keluar.
Alejandro Grimaldo mengeksekusi penalti dengan kaki kiri ke sudut kiri bawah pada menit ke-53. Enam menit kemudian, David menggandakan keunggulan. Metropolitano meledak, dan Real Madrid yang harus bermain dengan sepuluh orang tampak pasif.
"Real tidak menyentuh bola di kotak penalti Oblak hingga mereka mencetak gol," catat laporan pertandingan. Kylian Mbappe nyaris tak menyentuh bola di separuh Atletico, sementara Julián Alvarez dan kawan-kawan terus mengancam: Courtois melakukan penyelamatan luar biasa dari Cristian Romero, dan Ibrahima Konaté menghalau bola dari garis gawang.
Panik di Menit-menit Akhir
Antonio Rüdiger, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol hiburan lewat sundulan pada menit ke-89. Ketegangan kembali muncul, namun pemberontakan itu terlalu singkat. Atletico bertahan, dan peluit akhir membawa Simeone berlari ke terowongan dengan kepalan terangkat.
| Statistik | Atletico | Real Madrid |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 61% | 39% |
| Expected Goals (xG) | 2.38 | 0.32 |
| Tepat sasaran | 9 | 3 |
| Pelanggaran | 19 | 6 |
Mourinho Protes, Simeone Bersukacita
Di konferensi pers, Mourinho datang membawa gambar dua momen yang menurutnya seharusnya membuat Lee Kang-in dan Cristian Romero diusir. Ia bersikeras "ceritanya ada di sana." Namun pertanyaan lebih besar mengarah pada keputusan Huijsen dan betapa sedikitnya yang dilakukan Real Madrid sepanjang laga.
Bagi Atletico, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah bukti bahwa derbi masih milik mereka, dan bahwa Jonathan David — dalam pertandingan derbi pertamanya — langsung menuliskan namanya dalam sejarah rivalitas paling panas di ibu kota Spanyol.
• Grimaldo 53' (pen) • Jonathan David 59' • Rüdiger 89' • Huijsen kartu merah menit 52 Atletico (16 poin) kini di atas Real Madrid (15 poin).
Comments (0)