Teknologi

BUENOS AIRES — Los Grobo Pangkas Kerugian dan Bidik Pemulihan Bisnis

Raksasa sektor agribisnis asal Argentina, Los Grobo Agropecuaria, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan finansial di tengah proses restrukturisasi utang

BUENOS AIRES — Los Grobo Pangkas Kerugian dan Bidik Pemulihan Bisnis

Raksasa sektor agribisnis asal Argentina, Los Grobo Agropecuaria, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan finansial di tengah proses restrukturisasi utang (concurso de acreedores) yang membelitnya sejak awal tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan terbaru untuk tahun buku yang berakhir pada 30 Juni 2026, perusahaan berhasil memangkas kerugian operasional secara signifikan. Langkah efisiensi drastis dan kemitraan strategis dengan konglomerat asal Brasil menjadi motor utama yang menahan laju kebangkrutan entitas bisnis ini.

Meskipun secara keseluruhan konsolidasi tahunan masih mencatatkan angka merah, performa perempat akhir menyuntikkan optimisme baru bagi manajemen dan para kreditur. Perusahaan mencatat keuntungan bersih pada kuartal terakhir (April-Juni 2026), sebuah pencapaian krusial setelah berbulan-bulan dihantam krisis likuiditas parah akibat gagal bayar instrumen utang komersial.

Pemulihan Finansial dan Efisiensi Operasional

Dalam laporan resmi yang dirilis manajemen, beban kerugian operasional sebelum depresiasi dan amortisasi (EBITDA) mengalami penurunan drastis. Pada periode Juni tahun sebelumnya, EBITDA mencatatkan defisit sebesar US$ 22,4 juta. Namun, pada penutupan buku Juni 2026, angka kerugian tersebut berhasil ditekan hingga tersisa US$ 1,6 juta.

Berikut adalah perbandingan kinerja keuangan utama Los Grobo Agropecuaria:

Indikator Keuangan Periode Lalu (2025) Periode Terbaru (2026)
Defisit EBITDA Operasional US$ 22,4 Juta US$ 1,6 Juta
Laba Bersih Kuartal IV (Apr-Jun) Defisit US$ 5,3 Juta (Surplus)
Total Kerugian Bersih Tahunan - 17.543 Juta Peso (s/d 33.329 Juta Peso)

Pencapaian positif pada kuartal keempat yang menghasilkan surplus US$ 5,3 juta memberikan fondasi kuat bagi Los Grobo untuk merancang pemulihan jangka panjang. Manajemen menegaskan bahwa perbaikan kinerja ini merupakan hasil nyata dari efisiensi struktur biaya operasional dan reorientasi strategi perdagangan komoditas.

Jejak Krisis dan Kemitraan Strategis Brasil

Krisis yang melanda Los Grobo memuncak pada Desember 2024 ketika perusahaan bersama anak usahanya, Agrofina, tidak mampu melunasi surat utang komersial (promissory notes) senilai US$ 10 juta. Kejadian ini mengguncang pasar komoditas pertanian Argentina dan memaksa perusahaan mengajukan permohonan perlindungan kepailitan pada Februari 2025.

Sejak saat itu, struktur kepemilikan dan manajerial mengalami pergeseran. Saat ini, dana investasi Victoria Capital Partners (VCP) memegang 90% saham Los Grobo, sementara 10% sisanya masih dimiliki oleh pendiri awal, Gustavo dan Matilde Grobocopatel.

Untuk mempertahankan kelangsungan operasional, Los Grobo mengambil langkah restrukturisasi ketat, termasuk penataan ulang tenaga kerja serta menjalin aliances bisnis strategis dengan Amaggi Group, raksasa agribisnis asal Brasil. Kemitraan ini terbukti menjadi juru selamat dalam mengamankan rantai pasok dan likuiditas perdagangan komoditas pertanian.

"Aliansi strategis yang dibangun bersama grup Amaggi memberikan dampak nyata pada kinerja operasional, sekaligus mengembalikan kepercayaan mitra dagang di industri komoditas biji-bijian," tulis pernyataan resmi manajemen.

Target Ambisius dan Batas Waktu Restrukturisasi

Dengan membaiknya indikator keuangan dasar, Los Grobo meluncurkan rencana bisnis yang optimis. Perusahaan memproyeksikan mampu melipatgandakan jumlah basis pelanggan dan volume tonase biji-bijian (granos) yang dikelola dalam beberapa periode mendatang.

Kelangsungan pemulihan Los Grobo kini bergantung pada kesepakatan akhir dengan para kreditur pemegang piutang. Pengadilan telah memberikan perpanjangan tenggat waktu hingga Februari 2027 bagi Los Grobo untuk menyajikan proposal penyelesaian utang secara menyeluruh.

Beberapa pilar utama yang menjadi fokus pemulihan perusahaan meliputi:

  • Restrukturisasi Beban Utang: Menyusun skema pembayaran ulang yang realistis hingga tenggat Februari 2027.
  • Penguatan Aliansi Perdagangan: Memanfaat jaringan Amaggi untuk ekspansi pasar biji-bijian kawasan regional.
  • Efisiensi Skala Operasional: Menjaga tren positif surplus EBITDA kuartalan secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User