Bisnis

BOGOR — Pirolisis dan PSEL Saling Melengkapi Pengolahan Sampah Bogor

TERDEPAN.ID, BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor bersama pihak terkait terus mengakselerasi penanganan krisis sampah perkotaan dengan memadukan dua teknolog

BOGOR — Pirolisis dan PSEL Saling Melengkapi Pengolahan Sampah Bogor

TERDEPAN.ID, BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor bersama pihak terkait terus mengakselerasi penanganan krisis sampah perkotaan dengan memadukan dua teknologi modern: fasilitas berbasis pirolisis dan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya. Langkah strategis ini diambil guna mengatasi tumpukan sampah yang membebankan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, sekaligus mendukung transisi energi bersih di wilayah Jawa Barat.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Bogor menghasilkan limbah padat mencapai lebih dari 2.850 ton per hari. Selama bertahun-tahun, sebagian besar sampah tersebut menumpuk tanpa pengolahan optimal. Kehadiran fasilitas pirolisis yang dikombinasikan dengan PSEL digadang-gadang menjadi solusi komprehensif, di mana teknologi pirolisis difokuskan untuk mengurai sampah lama (legacy waste) bernilai kalor tinggi, sedangkan PSEL menangani timbulan sampah harian baru.

Integrasi Teknologi Pirolisis dan PSEL Bogor Raya

Sistem pengelolaan sampah terpadu ini bekerja secara sinergis. Teknologi pirolisis memanfaatkan proses dekomposisi termokalori tanpa oksigen untuk mengubah sampah plastik dan residu kering menjadi bahan bakar minyak sintetis serta karbon aktif. Di sisi lain, PSEL Bogor Raya menggunakan teknologi insinerasi modern berbasis pemanasan tinggi untuk menggerakkan turbin uap yang menghasilkan tenaga listrik harian.

"Pendekatan hibrida yang menggabungkan pirolisis dan PSEL ini adalah jawaban atas problematika sampah legacy dan sampah baru. Pirolisis mampu mereduksi sampah plastik tua di TPA, sementara PSEL mengonversi sampah tercampur menjadi energi bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Dr. Ir. Bambang Suherman, pakar teknologi lingkungan.

Dinas Lingkungan Hidup memproyeksikan bahwa pengintegrasian dua fasilitas ini sanggup mereduksi volume sampah terbuang hingga 85 persen serta menghasilkan pasokan listrik bersih sebesar 20 Megawatt (MW) yang siap disalurkan ke jaringan PLN.

Perbandingan Efektivitas Teknologi Pengolahan Sampah

Untuk memahami skema kerja masing-masing teknologi dalam mengatasi persoalan sampah Bogor Raya, berikut adalah komparasi teknis antara unit pirolisis dan fasilitas PSEL:

Parameter Fasilitas Pirolisis PSEL Bogor Raya
Target Material Sampah plastik & residu kering lama Sampah perkotaan tercampur (baru)
Hasil Utama Bahan bakar minyak sintetis & char Energi listrik (Listrik PLN)
Kapasitas Olah 300 - 500 ton/hari 1.500 - 2.000 ton/hari
Efisiensi Reduksi Volume Hingga 90% untuk plastik Hingga 80-85% total volume

Kronologi dan Tahapan Implementasi Proyek

Proses integrasi pengelolaan sampah Bogor Raya dilaksanakan secara bertahap melalui peta jalan strategis sebagai berikut:

  1. Tahap Pemilahan dan Revitalisasi Lahan (2024–2025): Pengerukan sampah tua di TPAS Galuga serta pembagian zona pengolahan antara limbah anorganik dan organik.
  2. Uji Coba Pengoperasian Mesin Pirolisis (2025): Instalasi unit pirolisis skala menengah untuk mengolah residu plastik menumpuk menjadi BBM sintetis kelautan dan industri.
  3. Pembangunan Infrastruktur PSEL Bogor Raya (2025–2026): Konstruksi fisik boiler utama, fasilitas pemilah sampah otomatis, dan sistem kendali emisi udara ramah lingkungan.
  4. Operasional Penuh dan Penyaluran Listrik (2026): Pengoperasian terpadu seluruh unit fasilitas dan komersialisasi listrik sebesar 20 MW ke jaringan kelistrikan nasional.

Melalui investasi infrastruktur ini, Pemerintah Daerah berharap TPAS Galuga tidak lagi menjadi beban lingkungan, melainkan pusat daur ulang energi terpadu. Implementasi proyek ini diperkirakan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 120.000 ton CO2 ekuivalen per tahun, menandai era baru pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User