Bisnis

Anak Krakatau Berevolusi, Ilmuwan Catat Fase Baru Pasca Keruntuhan 2018

Gunung Anak Krakatau kembali menjadi sorotan dunia ilmiah. Setelah peristiwa keruntuhan dahsyat pada Desember 2018, tubuh gunung yang berada di Selat Sunda

Anak Krakatau Berevolusi, Ilmuwan Catat Fase Baru Pasca Keruntuhan 2018

Gunung Anak Krakatau kembali menjadi sorotan dunia ilmiah. Setelah peristiwa keruntuhan dahsyat pada Desember 2018, tubuh gunung yang berada di Selat Sunda itu terus mengalami perubahan bentuk yang signifikan. Para peneliti mencatat bahwa evolusi ini bukan sekadar fenomena biasa, melainkan penanda masuknya Anak Krakatau ke dalam fase baru dalam siklus hidupnya.

Anak Krakatau pertama kali muncul dari permukaan laut pada 1927, atau sekitar 106 tahun silam. Sejak itu, gunung ini terus tumbuh melalui letusan demi letusan yang mengeluarkan material vulkanik. Namun, keruntuhan sebagian tubuh gunung pada 2018 telah mengubah lanskap secara drastis, memicu tsunami yang menewaskan ratusan orang di pesisir Banten dan Lampung.

Perubahan Bentuk dari Tahun ke Tahun

Berdasarkan pantauan citra satelit dan pengamatan lapangan, bentuk tubuh Anak Krakatau terus berubah. Sebelum 2018, gunung ini memiliki ketinggian sekitar 338 meter di atas permukaan laut. Setelah keruntuhan, ketinggiannya menyusut drastis, dan sebagian besar material runtuh ke laut.

Sejak 2019 hingga kini, aktivitas vulkanik kembali membangun tubuh gunung. Letusan-letusan kecil yang terjadi hampir setiap tahun mengeluarkan lava dan abu yang perlahan menambah volume tubuh gunung. Para ahli memperkirakan bahwa dalam beberapa dekade ke depan, Anak Krakatau akan kembali mencapai ketinggian seperti sebelum keruntuhan, bahkan mungkin melebihinya.

Tahun Ketinggian (mdpl) Catatan Aktivitas
2018 (sebelum keruntuhan) 338 Aktivitas tinggi, keruntuhan parsial
2019 ~155 Pasca-keruntuhan, tubuh tersisa
2023 ~200 Pertumbuhan kembali material
2026 ~250 Letusan strombolian berulang

Fase Baru dalam Siklus Vulkanik

Menurut para vulkanolog, Anak Krakatau kini berada dalam fase pertumbuhan kembali setelah keruntuhan. Fase ini ditandai dengan letusan yang relatif kecil namun sering, yang secara bertahap membangun kerucut gunung. “Ini adalah siklus alami gunung api. Keruntuhan bukan akhir, melainkan awal dari fase konstruksi baru,” ujar seorang peneliti dari Badan Geologi.

“Anak Krakatau adalah laboratorium alam yang luar biasa. Setiap letusan memberi kita data berharga tentang bagaimana gunung api tumbuh dan runtuh. Pemantauan ketat harus terus dilakukan karena potensi bahaya tetap ada, terutama bagi masyarakat pesisir Selat Sunda.”

— Dr. Ahmad Sulaiman, Vulkanolog Badan Geologi Kementerian ESDM

Pemantauan terhadap Anak Krakatau dilakukan secara intensif melalui pos pengamatan di Pasauran, Banten, serta stasiun seismik di sekitar Selat Sunda. Alat-alat canggih seperti drone dan citra satelit resolusi tinggi digunakan untuk memetakan perubahan morfologi gunung secara berkala.

Dampak dan Antisipasi Masyarakat

Meskipun saat ini status Anak Krakatau berada di Level II (Waspada), masyarakat di sekitar pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap waspada. Potensi tsunami akibat longsoran material vulkanik ke laut menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah telah menyiapkan jalur evakuasi dan sistem peringatan dini.

  • Masyarakat dilarang mendekati kawah dalam radius 2 kilometer.
  • Nelayan diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari gunung.
  • Sistem peringatan dini tsunami terus diuji secara berkala.

Dengan pemantauan yang ketat dan pemahaman ilmiah yang terus berkembang, diharapkan potensi bahaya dapat diminimalisir. Anak Krakatau akan terus berevolusi, dan manusia dituntut untuk bijak dalam hidup berdampingan dengan kekuatan alam yang luar biasa ini.

Setelah keruntuhan 2018, Anak Krakatau kembali tumbuh! Kini ketinggiannya ~250 mdpl dan terus bertambah. Ilmuwan sebut ini siklus alami gunung api. Waspada potensi tsunami Selat Sunda!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User