Karimun

Baru Bebas, Residivis Pecah Kaca Mobil Kembali Beraksi – Kepri Terdepan


Batam (HK) – Baru saja sehari menghirup udara segar, seorang residivis (SA) pelaku pencurian dengan modus pecah kaca kembali beraksi di parkiran Masjid Nurul Jannah, Perumahan Eden Park, Batam Kota pada, Rabu (2/12/2020) lalu.

Beruntung, aksi kejahatan SA berhasil diendus tim Opsnal Dirreskrimum Polda Kepri. Saat itu tim tengah melakukan patroli Kring Serse dan mendapatkan laporan dari warga masyarakat bahwa ada pelaku aksi pecah kaca di Perumahan Eden Park.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, tim opsnal langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan satu orang dengan Inisial SA,” jelas Dirkrimum Polda Kepri, Arie Dharmanto, Senin (7/12/2020).

Dari hasil interogasi, pelaku merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama yang baru saja keluar dari LP pada awal Desember 2020.

Selanjutnya dilakukan pengembangan bersama pelaku untuk menuju ke lokasi tempat penyimpanan barang bukti hasil kejahatan nya.

“Saat menuju kelokasi, pelaku mencoba untuk melawan petugas dan melarikan diri. Sehingga Tim Opsnal yang tidak ingin kehilangan pelaku terpaksa memberikan tindakan tegas terukur,” jelasnya

Diketahui, SA merupakan Residivis yang sudah berulang kali melakukan kejahatan yang sama, dengan modus yang dilakukannya yaitu dengan melihat kelengahan dari korban kemudian memantau situasi dan melihat sasaran yang akan dilakukan pencurian.

Dalam hal ini sasarannya adalah kendaraan roda 4 dengan memecahkan kaca kendaraan tersebut. Objek atau sasarannya di parkiran-parkiran rumah ibadah dan ruko.

“Namun, keterangan dari saksi pelaku ini juga tidak segan-segan melakukan perlawanan sebagaimana contoh disaat tim opsnal kita melakukan penangkapan pelaku ini melakukan perlawanan,” jelas Arie.

Dari tangan pelaku, Polisi menyita barang bukti 1 buah tas warna hitam milik korban, 1 unit Handphone milik korban, uang tunai sebesar Rp1.550.000.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 7 Tahun. (bob)



Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Ke Atas