Karimun

Merapi Masuk Status Siaga | Haluan Kepri – Kepri Terdepan


Terhitung mulai Kamis (5/11/2020) pukul 12.00 WIB status Gunung Merapi telah dinaik dari level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Supriyanto, mengatakan berdasarkan kontijensi bencana Merapi yang sudah disusun Pemkab Sleman, selain menyiapkan barak pengungsian, untuk pengungsian akan dilakukan bertahap.

Namun, disaat pandemi COVID-19, untuk pengungsi dan akan digunakan mengikuti protokol kesehatan. Selain itu, saat ada peningkatan status, maka kelompok rentan dan ternak akan diungsikan lebih dahulu. Yaitu mereka lansia, anak-anak dan difabel

“Data BPBD Sleman, ada sekitar 160 orang yang berasal dari kelompok rentan, sedangkan jumlah ternak masih dihitung,” kata Joko, Kamis (5/11/2020).

Joko menjelaskan untuk masing-masing barak yang dikelola oleh BPBD Sleman, berkapasitas 300 orang. Namun jumlah itu bila barak digunakan dalam kondisi normal. Sementara, selama kondisi pandemi maka barak hanya dibuat dengan kapasitas 120 orang.

Barak pengungsian di Sleman ada 34 tempat. 12 barak dikelola oleh BPBD Sleman dan 22 barak milik kalurahan. Selain itu gedung sekolah dan balai kalurahan juga akan digunakan untuk tempat pengungsian, jika barak yang ada tidak mampu menampung pengungsi.

“Diperkirakan, barak yang ada cukup digunakan untuk menampung pengungsi. Mengingat berdasarkan skenario yang ada, jumlah pengungsi tidak terlalu banyak,” jelasnya.

Apalagi dari pendataan yang dilakukan, banyak warga terdampak erupsi Merapi sudah memiliki huntap maupun rumah kerabat untuk berlindung. Bila sewaktu-waktu mereka membutuhkan lokasi mengungsi.

“Ada tiga dusun yang dinyatakan berbahaya untuk tetap ditinggali, yaitu Kalitengah Lor, Kaliadem dan Pelemsari. Namun dari tiga tenpat itu, hanya Kalitengah Lor yang masih ditinggali, Kaliadem dan Pelemsari sudah kosong,” paparnya.

Panewu Cangkringan Suparmono menambahkan warga rentan dari Kalitengah Lor nantinya akan ditempatnya di barak Gayam. Sedangkan di kawasan terdampak dalam Umbulharjo dan Kepuharjo sudah tidak ada penghuni.

“Untuk itu, kami sudah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana kesiapsiagaan bencana Argomulyo dan partisipasi warga di sekitar barak pengungsian, terutama terkait kesiapan barak Gayam,” terangnya.

Menurut Suparmono balai Kalurahan Glagaharjo mulai besok, juga akan disiapkan sebagai lokasi pengungsian. Termasuk ternak juga akan diungsikan di lapangan yang tidak jauh dari balai kalurahan. Namun mulai kapan mengungsi, masih menunggu komando Pemkab Sleman.*

(sumber: okezone.com)



Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Ke Atas